Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bunda Rita: Perempuan Ponorogo Harus Jadi Pilar Pembangunan Daerah

Sugeng Dwi N. • Selasa, 21 April 2026 | 21:28 WIB
Plt Bupati Ponorogo Bunda Rita saat wawancara, menyampaikan pesan tentang peran perempuan dalam pembangunan daerah. DISKOMINFO  PONOROGO
Plt Bupati Ponorogo Bunda Rita saat wawancara, menyampaikan pesan tentang peran perempuan dalam pembangunan daerah. DISKOMINFO PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Semangat Raden Ajeng Kartini tak sekadar dikenang setiap 21 April.

Nilai-nilai perjuangannya terus hidup dalam kepemimpinan perempuan masa kini.

Di Ponorogo, sosok Lisdyarita—yang akrab disapa Bunda Rita—menjadi simbol nyata.

Ia tercatat sebagai pemimpin perempuan pertama di Bumi Reog.

Dalam momentum Hari Kartini, ia menyampaikan pandangan, tantangan, sekaligus harapan bagi perempuan Ponorogo.

Kesetaraan Bukan Sekadar Wacana

Bagi Bunda Rita, perjuangan Kartini memiliki makna mendalam dalam kepemimpinan.

Kesetaraan bukan lagi sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kesempatan nyata.

“Perempuan memiliki hak dan kemampuan yang sama untuk memimpin, mengambil keputusan, dan membawa perubahan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci kemajuan. Sekaligus kepedulian terhadap kelompok rentan melalui kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.

Tantangan Pemimpin Perempuan

Sebagai pemimpin perempuan, ia mengakui tantangan tidak hanya datang dari aspek teknis pemerintahan. Tetapi juga dari budaya dan ekspektasi publik.

Stereotip terhadap perempuan masih menjadi hambatan. Keberhasilan sering dianggap biasa, sementara kesalahan kerap dinilai sebagai ketidakmampuan.

“Karena itu, perempuan harus bekerja lebih keras dan terus membuktikan kinerja,” tegasnya.

Di sisi lain, perempuan juga dituntut mampu menyeimbangkan peran publik dan domestik. Serta menghadapi dinamika politik dan birokrasi yang kompetitif.

Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan

Pemkab Ponorogo, lanjut dia, terus mendorong peningkatan peran perempuan melalui kebijakan dan program nyata. Salah satunya melalui pengarusutamaan gender (PUG).

Perempuan tidak lagi ditempatkan sebagai objek, melainkan subjek pembangunan.

Program pemberdayaan juga diperkuat melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA).

Mulai pelatihan UMKM, peningkatan kapasitas pendidikan, hingga layanan perlindungan perempuan.

Pesan untuk Generasi Muda

Bunda Rita berpesan kepada generasi muda perempuan agar berani bermimpi dan terus mengembangkan diri.

“Berani bermimpi setinggi mungkin, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta jangan takut menghadapi tantangan,” ujarnya.

Menurutnya, kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan bagi lingkungan.

Ia optimistis perempuan Ponorogo mampu tampil sebagai generasi unggul yang menginspirasi.

Perempuan Pilar Pembangunan

Dalam momentum Hari Kartini, ia berharap perempuan Ponorogo semakin mandiri, percaya diri, dan berdaya saing.

Perempuan didorong aktif dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi keluarga melalui UMKM dan inovasi.

“Perempuan harus berani memanfaatkan peluang tanpa stigma,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, berkomitmen menghadirkan kebijakan ramah perempuan dan anak.

Termasuk membuka akses pendidikan, peluang kerja, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#kartini modern #bunda rita ponorogo #emansipasi perempuan #Lisdyarita #perempuan pemimpin