Jawa Pos Radar Ponorogo – Penguatan pendidikan berbasis keagamaan di Ponorogo terus menunjukkan hasil.
Sebanyak 1.664 siswa sekolah dasar (SD) diwisuda tahfidz di Pendapa Pemkab, kemarin (22/4).
Wisuda tersebut merupakan implementasi Perbup 37/2022 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Keagamaan pada jenjang pendidikan dasar.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyebut capaian tersebut sebagai prestasi yang patut diapresiasi.
“Ini prestasi yang patut diapresiasi, karena menghafal Quran itu tidak mudah,” ujarnya.
Dari total peserta, sebanyak 1.440 siswa hafal juz 30, 223 siswa hafal 1–9 juz, serta satu siswa berhasil menghafal 30 juz.
Menurut Lisdyarita, program tahfidz menjadi bekal penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi.
“Kami harapkan menjadi SDM hebat dengan akhlak yang baik,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri menambahkan, program hafalan Al-Qur’an telah menjadi bagian kegiatan ekstrakurikuler di seluruh SD dan SMP.
Pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sekolah.
“Setiap siswa kami harapkan ikut pembelajaran sebagai penguatan karakter keagamaan,” ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto