Jawa Pos Radar Ponorogo – Cara baru ditempuh Pemkab Ponorogo untuk menyerap aspirasi warga.
Pejabat tak lagi menunggu di kantor. Mereka “turun gunung”, bermalam di rumah warga.
Program itu diberi nama Bunga Desa (Bunda Menginap di Desa). Akhir pekan lalu (24–25/4), Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita memulai program tersebut di Desa Senepo, Kecamatan Slahung.
Tak sendiri, Bunda Rita membawa jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berdialog langsung dengan warga.
“Saya mengajak semua kepala dinas ikut Bunga Desa yang pertama. Dengan begitu masyarakat bisa menyampaikan langsung kepada pejabat yang berwenang,” ujarnya, Senin (27/4).
Melalui program ini, pemkab ingin mengidentifikasi persoalan di tingkat akar rumput sekaligus mencari solusi secara langsung.
Menurut dia, pola jemput bola dinilai lebih efektif dibanding warga harus datang ke kantor pemerintahan.
Selama ini, keterbatasan akses membuat banyak keluhan masyarakat tidak tersampaikan.
Dalam kegiatan tersebut, warga tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan, mulai keluhan hingga usulan pembangunan.
“Kami akan teruskan program ini ke desa-desa lain,” jelasnya.
Selain menyerap aspirasi, rombongan juga memetakan potensi desa. Mulai sektor ekonomi, pariwisata, hingga pelestarian budaya lokal.
Rombongan turut menyaksikan tradisi Longkangan, salah satu agenda budaya dalam Karisma Event Ponorogo (KEPO).
“Kami ingin pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto