Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

1.000 GTT Ponorogo Belum Masuk Dapodik, Sekolah Kekurangan Guru

Sugeng Dwi N. • Selasa, 28 April 2026 | 18:00 WIB
Sekolah di Ponorogo mengandalkan GTT untuk menutup kekurangan guru, meski belum terdata dalam dapodik. FOTO: SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Sekolah di Ponorogo mengandalkan GTT untuk menutup kekurangan guru, meski belum terdata dalam dapodik. FOTO: SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Beban belanja pegawai Pemkab Ponorogo yang tembus 37 persen mulai berdampak ke sektor pendidikan.

Lebih dari 1.000 guru tidak tetap (GTT) belum bisa masuk sistem data pokok pendidikan (dapodik).

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Nurhadi Hanuri mengatakan, akses pendaftaran dapodik ditutup sebagai imbas kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari pemerintah pusat.

“Dapodik menjadi filter. Kalau dibuka, akan ada penambahan tenaga dan berdampak pada belanja pegawai,” ujarnya, Selasa (28/4).

Baca Juga: Usai 10 Jam Penerbangan, 227 CJH Kota Madiun Tiba di Madinah

Kondisi tersebut membuat sekolah berada dalam posisi dilematis.

Di satu sisi, kebutuhan guru terus meningkat seiring banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun.

Di sisi lain, rekrutmen resmi terbatas karena terbentur regulasi.

Akibatnya, sejumlah sekolah terpaksa mengangkat guru baru di luar sistem dapodik agar proses pembelajaran tetap berjalan.

“Pembiayaan diserahkan ke masing-masing sekolah,” jelas Nurhadi. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#GTT Ponorogo #pendidikan ponorogo #dapodik #belanja pegawai #kekurangan guru