Jawa Pos Radar Ponorogo – Seluruh calon jemaah haji (CJH) asal Ponorogo dipastikan telah berada di Tanah Suci.
Kemarin (1/5), tiga jemaah cadangan terakhir diberangkatkan melalui kloter 37.
Keberangkatan itu melengkapi empat jemaah cadangan yang lebih dulu terbang pada kloter berbeda.
Dengan demikian, total tujuh CJH cadangan asal Bumi Reog resmi menyusul ke Arab Saudi tahun ini.
Kakan Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Ponorogo Marjuni menjelaskan, tiga jemaah terakhir tersebut bergabung dengan jemaah asal Lamongan dan Bojonegoro.
Mereka diberangkatkan dari kantor KHU Ponorogo menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada pagi hari.
’’Ini jemaah cadangan terakhir yang kami berangkatkan. Tiga orang itu bergabung dalam kloter 37 bersama jemaah Lamongan dan Bojonegoro,’’ ujarnya.
Sebelumnya, empat jemaah cadangan telah diberangkatkan lebih dulu pada 27 April.
Rinciannya, satu jemaah masuk kloter 22, satu kloter 24, serta dua lainnya di kloter 25.
’’Kemarin sebenarnya ada dua jemaah lagi. Tapi sepertinya belum siap karena tidak ada konfirmasi ke kami, sehingga hanya berangkat tujuh jemaah,’’ jelasnya.
Marjuni menambahkan, peluang pemberangkatan jemaah cadangan tambahan masih terbuka apabila terdapat kursi kosong.
Namun, seluruh calon jemaah harus siap sewaktu-waktu.
Menurutnya, kesiapan tidak hanya menyangkut administrasi dan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), tetapi juga kondisi fisik.
Mengingat proses pemberangkatan bisa berlangsung mendadak sesuai kebutuhan pengisian kuota.
’’Kalau sewaktu-waktu diminta berangkat untuk mengisi kursi kosong, mereka harus benar-benar siap. SOP tetap kami jalankan,’’ tegasnya.
Tahun ini, total 571 jemaah haji asal Ponorogo berangkat ke Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya merupakan jemaah cadangan yang akhirnya mendapat kesempatan berangkat. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto