Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

TPA Mrican Bermasalah, Pemkab Ponorogo Ubah TPS Jadi Pengolahan Mandiri

Sugeng Dwi N. • Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:20 WIB
Tumpukan sampah terlihat di TPS Ponorogo setelah TPA Mrican bermasalah dan pemkab mulai menyiapkan teknologi pengolahan termal. SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO
Tumpukan sampah terlihat di TPS Ponorogo setelah TPA Mrican bermasalah dan pemkab mulai menyiapkan teknologi pengolahan termal. SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Persoalan sampah di Ponorogo yang menahun tak kunjung tuntas mulai mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Menyusul bermasalahnya TPA Mrican, Pemkab Ponorogo menyiapkan skema baru pengolahan sampah berbasis teknologi termal di tingkat TPS.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita turun langsung memimpin kerja bakti di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS), kemarin (8/5).

Salah satu titik yang disorot ialah TPS Tambakbayan karena volume sampah yang dinilai cukup besar.

“Hari ini kami bersih-bersih karena memang Ponorogo sedang darurat sampah. Kami melihat langsung kondisi TPS yang ada,” kata Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita, Sabtu (9/5).

Menurut dia, TPS Tambakbayan dinilai layak dikembangkan menjadi pusat pengolahan sampah mandiri.

Dengan konsep tersebut, sampah rumah tangga tidak seluruhnya harus dibuang ke TPA Mrican.

Pemkab berencana menerapkan teknologi pengolahan sampah berbasis proses termal di setiap TPS.

“Kalau bisa diselesaikan di sini, tidak perlu lagi dibawa ke Mrican. Hari ini sedang ada masalah,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo, Sapto Djatmiko, menjelaskan teknologi termal berbeda dengan pembakaran terbuka yang biasa dilakukan masyarakat.

Menurut dia, pengolahan dilakukan menggunakan alat khusus untuk menekan emisi karbon hasil pembakaran sampah.

“Konsepnya memang pembakaran, tapi menggunakan sistem khusus. Jadi bukan sekadar dibakar, melainkan ada teknologi sehingga emisi karbon monoksidanya tidak muncul,” jelas Sapto.

Program tersebut rencananya mulai diajukan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.

Tahap awal akan diterapkan di TPA Mrican sebelum dikembangkan ke TPS lain di seluruh Ponorogo.

Saat ini terdapat sekitar 20 TPS yang tersebar di berbagai kecamatan di Ponorogo.

Pemkab berharap teknologi tersebut mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

“Semoga nanti bisa menekan sampah yang masuk TPA,” ujarnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#teknologi termal sampah #TPA Mrican #DLH Ponorogo #darurat sampah #Sampah Ponorogo