Jawa Pos Radar Ponorogo – Pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ponorogo lumpuh, Senin (11/5).
Gangguan server Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) membuat ratusan warga terpaksa pulang tanpa membawa dokumen yang diurus.
Sejak pagi, antrean pemohon terlihat menumpuk di kantor Dispendukcapil.
Namun sebagian besar pelayanan tidak bisa diproses karena jaringan server pusat bermasalah.
Akibatnya, warga yang hendak mengurus kartu keluarga (KK), kartu identitas anak (KIA), akta kelahiran, hingga akta kematian diminta meninggalkan berkas atau kembali di hari lain.
“‘Ada kendala di pusat, jaringan kami tidak bisa. Kami tawarkan untuk tinggal berkas atau kembali di hari lainnya,’’ ujar Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo, Dhutarso Aviantoro.
Gangguan terjadi pada layanan adminduk yang menggunakan sistem kode batang.
Padahal, dalam kondisi normal, pelayanan dokumen tersebut biasanya selesai kurang dari 20 menit.
Dispendukcapil memperkirakan gangguan server berlangsung hingga 1x24 jam.
Karena itu, pelayanan baru diharapkan kembali normal besok (12/5).
Menurut Avi, gangguan jaringan sebenarnya bukan kali pertama terjadi.
Namun biasanya hanya berlangsung singkat, kurang dari 30 menit.
“‘Begitu hari ini trouble agak lama, langsung kami terbitkan surat pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ada kendala jaringan,’’ katanya.
Meski layanan adminduk lain terganggu, pelayanan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) dipastikan tetap berjalan normal.
Setiap hari, Dispendukcapil Ponorogo rata-rata melayani 280 pencetakan KTP-el.
Selain itu, sekitar 248 penerbitan KK, 37 KIA, 50 akta kelahiran, 45 akta kematian, hingga 47 surat pindah penduduk.
“‘Layanan kami sebenarnya cukup banyak. KK misalnya sehari bisa 250 lembar,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto