Jawa Pos Radar Ponorogo – Cuaca ekstrem mulai menjadi tantangan serius bagi jemaah haji asal Ponorogo di Arab Saudi.
Suhu harian yang mencapai 42 derajat Celsius membuat banyak jemaah mengalami kelelahan hingga dehidrasi saat menjalankan aktivitas ibadah di luar ruangan.
Kementerian Haji dan Umrah Ponorogo meminta jemaah mulai mengatur ritme ibadah agar kondisi fisik tetap prima menjelang puncak haji.
Kakan KHU Ponorogo Marjuni mengatakan, jemaah haji kloter 19 dan 20 kini mulai bergerak menuju Makkah dengan pengawasan ketat petugas medis.
“Banyak yang minta obat karena sakit ringan dan kelelahan terutama jemaah risti (risiko tinggi). Suhunya panas, bahkan saat malam hari,” ujarnya, Rabu (13/5).
Menurut Marjuni, penurunan stamina mulai dirasakan seiring padatnya rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Tidak sedikit jemaah yang memaksakan diri menjalankan ibadah sunah karena merasa mumpung berada di Makkah. Padahal, fase puncak ibadah haji belum dimulai.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memengaruhi kesehatan jemaah, khususnya lansia dan kelompok risiko tinggi.
“Kami minta kalaupun harus keluar hotel, pakai topi dan alat pelindung lainnya. Jemaah lansia kami imbau sabar dulu di hotel, juga perbanyak minum air putih,” katanya.
Pihaknya meminta jemaah lebih peka terhadap kondisi tubuh dan segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan fisik.
Menurut dia, penanganan dini penting agar kondisi kesehatan jemaah tidak memburuk saat memasuki puncak ibadah haji.
“Kesehatan bekal utama menuju puncak haji. Jangan menunggu kondisi memburuk, segera sampaikan keluhan kepada petugas agar dapat ditangani sejak awal,” tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto