Jawa Pos Radar Ponorogo – Risiko besar harus dihadapi petugas pemadam kebakaran saat berjibaku memadamkan gudang yang terbakar di Desa Jalen, Kecamatan Balong, Rabu dini hari (13/5).
Dua petugas Satpol PP dan Damkar Ponorogo tersengat arus listrik ketika proses pemadaman berlangsung.
Kedua petugas tersebut adalah Edi Hermanto dan Erlang Kayson.
Keduanya langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD dr Harjono Ponorogo setelah mengalami sengatan listrik di lokasi kejadian.
Salah seorang petugas damkar, Franky Cristianto, mengatakan insiden itu bermula saat muncul percikan api dari kabel listrik di sisi utara rumah dekat lokasi kebakaran.
Petugas kemudian memulai pemadaman dari sisi selatan.
Namun, kabel listrik yang putus ternyata menggantung di pohon tidak jauh dari posisi petugas dan masih dialiri arus listrik.
“Mesin langsung kami matikan, kami evakuasi dua anggota ke tempat aman,” ungkap Franky.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, Erlang mengalami kondisi paling parah.
Korban sempat tidak sadarkan diri saat dievakuasi.
Selain itu, Erlang mengalami luka bakar di bagian paha dan telapak kaki sehingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Edi bisa langsung pulang, sementara Erlang saat ini jalani perawatan dan menunggu dokter bedah,” kata Bambang.
Menurut dia, proses pemadaman sempat terkendala sejumlah faktor.
Selain keterbatasan personel, dua dari empat unit mobil pemadam kebakaran juga sedang dalam perbaikan.
Kondisi tersebut membuat suplai air untuk pemadaman tidak maksimal.
Situasi diperparah dengan banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang, mulai oli bekas hingga bahan bakar minyak (BBM).
“Api cepat membesar, karena banyak material yang perlu penanganan khusus seperti oli bekas sampai BBM,” jelasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto