Jawa Pos Radar Ponorogo – Nasib memprihatinkan dialami MA, 63, warga Kelurahan Nologaten, Ponorogo.
Lansia tersebut ditemukan hidup sebatang kara dalam kondisi stroke dan sakit di rumahnya.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ponorogo langsung mengevakuasi korban ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk mendapatkan perawatan medis.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Ponorogo Yusril Susiati mengatakan, kondisi kesehatan korban cukup mengkhawatirkan saat ditemukan petugas.
Selain mengalami stroke, tekanan darah korban juga tinggi sehingga membutuhkan penanganan segera.
“Kami langsung berkoordinasi dengan RSUD agar klien segera mendapat perawatan,” ujarnya, kemarin (17/5).
Evakuasi dilakukan bersama perangkat kelurahan, tenaga medis, dan relawan.
Selain mengevakuasi korban, petugas gabungan juga membersihkan rumah MA.
Dinsos PPPA kini masih menelusuri keberadaan keluarga korban yang disebut berada di luar kota.
Menurut Yusril, apabila keluarga masih ada dan mampu merawat, tanggung jawab perawatan akan dikembalikan kepada pihak keluarga.
“Jika keluarga masih ada dan memungkinkan merawat, kami akan mendorong agar tanggung jawab perawatan dilakukan pihak keluarga,” katanya.
Dia menjelaskan, kondisi korban memenuhi syarat mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial.
Di antaranya berusia lanjut, terlantar, berasal dari keluarga desil 1 sampai 5, serta tidak memiliki penyakit menular tertentu.
Hingga Mei 2026, Dinsos PPPA Ponorogo tercatat telah mengantarkan dua lansia terlantar ke Panti Sosial Tresna Werdha Magetan milik Pemprov Jatim.
Yusril mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan lansia hidup sendirian atau tidak mendapatkan perawatan layak.
“Kami minta warga tidak ragu melapor,” tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto