Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Foto Lawas Ungkap Jejak Batik dan Jalur Kereta Api Ponorogo Tempo Dulu

Sugeng Dwi N. • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:00 WIB
TEMPO DULU: Sejumlah siswa melihat foto dan arsip sejarah Ponorogo yang dipamerkan Perpusip untuk mengenalkan jejak industri batik dan jalur perdagangan masa lampau. SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO
TEMPO DULU: Sejumlah siswa melihat foto dan arsip sejarah Ponorogo yang dipamerkan Perpusip untuk mengenalkan jejak industri batik dan jalur perdagangan masa lampau. SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Deretan foto hitam putih dan arsip yang tertata rapi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo seolah menjadi mesin waktu yang membawa pengunjung kembali ke masa lalu.

Kondisi pusat kota, bangunan pemerintahan, hingga fasilitas umum yang kini telah berubah tergambar jelas dalam dokumentasi sejarah tersebut.

Dari sana, jejak perkembangan pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat Ponorogo terekam sebagai bagian penting perjalanan daerah.

Salah satu foto yang menarik perhatian pengunjung memperlihatkan seorang perempuan sedang mencanting batik.

Dokumentasi itu menjadi bukti bahwa Ponorogo masa lalu pernah berjaya melalui industri batik.

Pengusaha batik saat itu berkembang di kawasan Pembatik sekitar Jalan Batoro Katong, Jalan Kawung, hingga sejumlah wilayah di Kecamatan Babadan.

Bukti lain kejayaan industri tekstil juga terlihat dari keberadaan pabrik tekstil di Jalan Raya Ponorogo-Madiun, Babadan, serta Jalan Ahmad Yani yang dahulu menopang perkembangan usaha batik di Ponorogo.

Selain itu, foto lawas jalur kereta api juga menjadi perhatian pengunjung.

Dalam dokumentasi tersebut tampak kereta api dengan kepulan asap melintas di wilayah Ponorogo.

Sejarah mencatat, Ponorogo pernah menjadi wilayah penting dalam jalur perdagangan di Jawa Timur.

Pemerintah kolonial Belanda membangun Jalur Selatan Jawa Timur dengan percabangan rel sepanjang 32 kilometer pada 1907.

Rel tersebut menghubungkan Madiun-Ponorogo ke arah selatan hingga Slahung dan ke barat menuju Badegan.

“Baru tahu ternyata dulu Ponorogo ada stasiun kereta api,” ujar Dewi Kartika, Selasa (19/5).

Pada masa pendudukan Jepang sekitar 1943, jalur kereta Ponorogo-Barat menuju Badegan dibongkar untuk kepentingan perang.

Potongan rel disebut dikirim ke Myanmar dan Thailand.

Sementara jejak jalur Ponorogo-Slahung masih dapat ditemukan hingga sekarang.

Mulai jembatan rel Mlilir di perbatasan Ponorogo-Madiun, Pasar Stasiun, rel kereta di Jalan Soekarno-Hatta, HOS Cokroaminoto, Jalan Raya Siman, hingga bangunan Stasiun Slahung yang masih berdiri di kawasan Pasar Slahung.

Plt Kepala Dinas Perpusip Ponorogo Nurhadi Hanuri mengatakan, pameran dokumentasi sejarah tersebut digelar bertepatan dengan Hari Kearsipan mulai kemarin (18/5).

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sejarah bagi masyarakat.

Mulai masa sebelum kemerdekaan, awal republik berdiri, hingga era Orde Baru.

“Sebagai sarana edukatif untuk membuka wawasan masyarakat tentang sejarah perkembangan Kabupaten Ponorogo,” katanya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Jalur kereta api Ponorogo #Industri batik Ponorogo #Foto lawas Ponorogo #sejarah ponorogo #Perpusip Ponorogo