Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Fondasi Jembatan Plapar Tergerus Sungai, Jalur Ponorogo-Pacitan Terancam Putus

Sugeng Dwi N. • Senin, 25 Mei 2026 | 02:15 WIB
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita meninjau kondisi Jembatan Plapar di jalur Ponorogo–Pacitan yang mulai miring akibat fondasi tergerus arus sungai. DISKOMIMFO UNTUK RADAR PONOROGO
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita meninjau kondisi Jembatan Plapar di jalur Ponorogo–Pacitan yang mulai miring akibat fondasi tergerus arus sungai. DISKOMIMFO UNTUK RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Jalur Ponorogo–Pacitan (Poci) terancam putus. Kondisi Jembatan Plapar di Jalan Raya Poci, masuk Desa Caluk, Kecamatan Slahung, semakin memprihatinkan.

Setelah ambrol akibat longsor pekan lalu, fondasi jembatan kini terus tergerus derasnya arus sungai hingga membuat konstruksi mulai miring.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita langsung turun meninjau lokasi pada Jumat (22/5).

Dari hasil peninjauan, Pemkab Ponorogo mendorong percepatan penanganan terhadap jembatan yang berada di jalur provinsi tersebut.

“Kami ingin proses perbaikannya bisa segera dilakukan karena kondisi jembatan sudah mulai miring,” kata Bunda Rita, sapaan Lisdyarita.

Menurut dia, status tanggap darurat perlu segera diberlakukan agar proses administrasi maupun penanganan teknis dapat dipercepat oleh Pemprov Jawa Timur.

Pemkab tidak ingin jalur utama distribusi barang dan mobilitas warga menuju Pacitan maupun Ponorogo itu putus total.

“Karena ini kewenangan provinsi, maka anggaran perbaikannya juga dari provinsi,” jelasnya.

Sementara ini, pemerintah memberlakukan pembatasan akses kendaraan. Kendaraan berat dengan muatan lebih dari 10 ton dilarang melintas di jalur tersebut.

Arus kendaraan besar sementara dialihkan melalui jalur alternatif Wonogiri guna mengurangi tekanan terhadap struktur jembatan.

Jika fondasi terus tergerus, kerusakan konstruksi jembatan dikhawatirkan semakin parah.

“Terpenting sementara ini akses warga masih bisa berjalan, tetapi tetap harus hati-hati,” pesannya.

Sekretaris Desa Caluk Bambang Anggoro menambahkan kerusakan bermula setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Selasa (19/5).

Debit sungai meningkat tajam dan menggerus fondasi penyangga jembatan. Kondisi diperparah dengan ambrolnya plengsengan di sekitar lokasi.

Akibatnya, tekanan arus sungai semakin kuat menghantam fondasi jembatan.

“Dasar sungai turun drastis sampai sekitar delapan meter. Itu yang membuat fondasi semakin rawan,” ujar Bambang.

Editor : Hengky Ristanto
#ponorogo pacitan #Jembatan Plapar #tanggap darurat #longsor #slahung