Jawa Pos Radar Ponorogo – Pengawasan kesehatan hewan kurban di Ponorogo diperketat selama Iduladha 1447 Hijriah.
Petugas disebar ke masjid, musala, hingga lokasi penyembelihan guna memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mewaspadai potensi penyakit pada organ dalam hewan kurban, terutama cacing hati dan cacing pita.
Plt Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Dispertahankan Ponorogo Wikan Dediastuti mengatakan, pemeriksaan dilakukan sejak sebelum hingga sesudah penyembelihan hewan kurban.
“Kami sebar petugas, alhamdulillah tidak ada temuan,” ujarnya, Kamis (28/5).
Menurut Wikan, organ yang menjadi perhatian utama saat pemeriksaan meliputi hati, limpa, dan paru-paru karena rentan terinfeksi parasit.
Jika ditemukan organ yang terindikasi penyakit, bagian tersebut langsung dipotong dan dimusnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat.
“Pastikan daging dan jeroan dimasak sampai matang sempurna untuk membunuh parasit atau bakteri,” katanya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi perhatian khusus pemkab selama momentum Iduladha.
Pihaknya tidak ingin hari raya justru memunculkan persoalan kesehatan akibat daging kurban yang tidak layak konsumsi.
Karena itu, juru sembelih halal (juleha) juga diminta memiliki sertifikasi agar proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.
“Semua yang dikonsumsi masyarakat harus sehat dan bermanfaat,” tandas perempuan yang akrab disapa Bunda Rita tersebut. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto