Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Pulang Saat Idul Adha, Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Sembelih 8 Hewan Kurban

Sugeng Dwi N. • Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:15 WIB
Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo mengikuti proses penyembelihan dan pembagian daging kurban. SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO
Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo mengikuti proses penyembelihan dan pembagian daging kurban. SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini menjadi pengalaman berbeda bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo.

Meski tidak pulang ke kampung halaman masing-masing, mereka tetap merasakan suasana hari raya melalui kegiatan penyembelihan hewan kurban yang dikemas sebagai sarana pendidikan karakter.

Sebanyak delapan hewan kurban disembelih di lingkungan sekolah, kemarin (29/5).

Kegiatan tersebut melibatkan tenaga pendidik, wali asuh, hingga para siswa yang ikut terjun langsung dalam proses pelaksanaannya.

Kepala Sekolah Rakyat Ponorogo Devit Tri Candrawati menjelaskan, delapan hewan kurban tersebut terdiri atas satu ekor sapi bantuan Pemkab Ponorogo, lima ekor kambing dari Baznas Ponorogo, serta dua ekor kambing bantuan wali asuh siswa.

Menurutnya, kegiatan kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah tahunan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada para siswa.

"Kami ingin mengedukasi anak-anak tentang nilai-nilai dalam kurban. Bagaimana mereka belajar ikhlas, tidak sombong, dan tidak egois dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Seluruh proses penyembelihan dilakukan bersama juru sembelih halal (Juleha) dengan pendampingan tenaga pendidik.

Para siswa juga dilibatkan secara langsung mulai dari proses penyembelihan, pengulitan, hingga pemotongan daging kurban.

Melalui keterlibatan tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep kurban secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata mengenai makna berbagi dan pengorbanan.

Setelah proses penyembelihan selesai, sekitar 150 paket daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar sekolah serta wali murid yang berada di lingkungan terdekat.

"Harapannya anak-anak tidak hanya memahami teori, tapi juga merasakan langsung makna berbagi kepada masyarakat," imbuh Devit.

Salah seorang siswa SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Amirul Afiq, mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh di sekolah jauh lebih lengkap dibanding yang pernah dia lihat sebelumnya.

"Di sini saya belajar menyembelih, menguliti, sampai memotong daging kambing. Kalau di rumah juga pernah diajari tetangga walau tidak selengkap di sekolah," katanya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#kurban #Sekolah Rakyat #idul adha #pendidikan karakter #ponorogo