Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Grebeg Suro Ponorogo 2026 Siapkan 28 Event, Festival Reog Jadi Pembuka

Sugeng Dwi N. • Minggu, 31 Mei 2026 | 14:30 WIB
Grebeg Suro menjadi agenda budaya terbesar di Ponorogo yang setiap tahun mampu menarik ribuan wisatawan dan menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. DOK JAWA POS RADAR PONOROGO
Grebeg Suro menjadi agenda budaya terbesar di Ponorogo yang setiap tahun mampu menarik ribuan wisatawan dan menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. DOK JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Persiapan Grebeg Suro 2026 mulai digeber.

Kurang dari sepekan menjelang pembukaan pada 6 Juni mendatang, Pemkab Ponorogo mematangkan berbagai agenda budaya, religi, hingga ekonomi kreatif yang akan digelar sepanjang bulan Suro.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, persiapan saat ini telah memasuki tahap finalisasi teknis.

Total terdapat 28 kegiatan yang masuk dalam rangkaian Grebeg Suro tahun ini.

Beberapa agenda bahkan telah lebih dulu digelar.

Di antaranya Simaan Al-Qur'an Rabu Pahing pada 19–20 Mei lalu serta Festival Pencak Silat Jawara Bumi Warok yang berlangsung akhir pekan kemarin.

"Pokoknya tahun ini meriah, persiapan kami lakukan matang. Selain Pemkab, juga ada dukungan kegiatan dari komunitas-komunitas," ujar Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita, Minggu (31/5).

Pembukaan Grebeg Suro 2026 akan ditandai dengan dimulainya Festival Reog Remaja (FRR) XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI pada 6 Juni mendatang.

Dua agenda tersebut dipastikan menjadi magnet utama karena akan menghadirkan puluhan peserta dari berbagai daerah yang siap menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan masyarakat dan wisatawan.

"Banyak pesertanya. FRR tentu dari sekolah-sekolah, serta FNRP tahun ini ada peserta yang baru," ungkapnya.

Setiap tahun, Grebeg Suro menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Ponorogo yang selalu dinantikan masyarakat.

Tidak hanya sebagai perayaan Tahun Baru Islam, kegiatan tersebut juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Perputaran ekonomi dirasakan pelaku UMKM, sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga jasa perjalanan wisata yang mengalami peningkatan aktivitas selama penyelenggaraan acara.

Antusiasme masyarakat terhadap Grebeg Suro tahun ini diperkirakan semakin tinggi.

Salah satu pemicunya adalah pengakuan dunia terhadap Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.

Selain itu, Ponorogo juga telah bergabung dalam jaringan kota kreatif dunia melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN), yang semakin memperkuat posisi daerah tersebut sebagai destinasi budaya bertaraf internasional.

Bunda Rita berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih kreatif guna menyambut lonjakan kunjungan wisatawan.

"Pelaku usaha harus mampu memanfaatkan peluang dengan menggali kreativitas, ide atau gagasan untuk menciptakan produk menarik. Kunjungan wisata ke Ponorogo pasti meningkat pada Grebeg Suro," tandasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Grebeg Suro 2026 #wisata Ponorogo #Reog Ponorogo #festival reog #ponorogo