Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Reog Mendunia, DPRD Dorong Pemkab Ponorogo Maksimalkan PAD dari Grebeg Suro

Sugeng Dwi N. • Senin, 1 Juni 2026 | 03:20 WIB
Perayaan Grebeg Suro menjadi magnet wisata tahunan di Ponorogo. DOK JAWA POS RADAR PONOROGO
Perayaan Grebeg Suro menjadi magnet wisata tahunan di Ponorogo. DOK JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Grebeg Suro 2026 diprediksi menjadi salah satu perayaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

DPRD Ponorogo meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada kesuksesan acara, tetapi juga mampu memaksimalkan potensi ekonomi yang muncul dari lonjakan wisatawan.

Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, Grebeg Suro selama ini terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Berbagai sektor usaha mulai perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan hingga UMKM selalu mengalami peningkatan aktivitas selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Setiap Grebeg Suro ada perputaran ekonomi yang sangat besar. Ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Kang Wi, sapaan akrabnya, kemarin (31/5).

Menurut dia, peluang tahun ini lebih besar dibanding sebelumnya.

Sebab, Reog Ponorogo telah mendapat pengakuan dunia melalui UNESCO, sementara Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) juga masuk dalam Top Ten Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Dua capaian tersebut diyakini mampu meningkatkan daya tarik Ponorogo sebagai destinasi wisata budaya sekaligus mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

Kang Wi menilai, semakin tinggi angka kunjungan, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi yang matang agar manfaat ekonomi dari kedatangan wisatawan dapat dirasakan secara maksimal.

Salah satu langkah yang didorong DPRD adalah optimalisasi sektor retribusi daerah, parkir, pajak hotel, pajak restoran, hingga pengembangan sentra UMKM yang menjadi bagian penting dalam ekosistem wisata.

“Jangan sampai wisatawannya banyak, tetapi manfaat ekonominya tidak maksimal untuk daerah,” tegasnya.

Dia menyebut pengalaman pelaksanaan Grebeg Suro pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tren peningkatan pendapatan dari sektor parkir dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, potensi tersebut masih dapat ditingkatkan melalui tata kelola yang lebih baik dan strategi promosi yang tepat.

Karena itu, DPRD mendorong agar Grebeg Suro tidak hanya dipandang sebagai agenda budaya tahunan, melainkan sebagai instrumen strategis pembangunan daerah yang mampu menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya Ponorogo.

“Budaya dan ekonomi harus berjalan beriringan. Ketika event budaya semakin besar, manfaatnya juga harus dirasakan masyarakat dan daerah,” tandas Kang Wi. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Grebeg Suro 2026 #Reog Ponorogo #fnrp #ponorogo #PAD Ponorogo