Jawa Pos Radar Ponorogo – Sebanyak 564 jemaah haji asal Ponorogo dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Jumat (5/6).
Menjelang kepulangan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Ponorogo mematangkan berbagai persiapan, termasuk skema penyambutan dan pengaturan lalu lintas di lokasi kedatangan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyambutan jemaah haji kali ini rencananya dipusatkan di Paseban Alun-alun Ponorogo.
Kepala KHU Ponorogo Marjuni mengatakan, berdasarkan manifes penerbangan, jemaah haji yang tergabung dalam Kloter SUB 19 dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Juanda pukul 15.50 WIB. Lima menit kemudian disusul Kloter SUB 20.
Setelah mendarat, seluruh jemaah akan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk menyelesaikan proses administrasi sebelum diberangkatkan ke Ponorogo.
“Nanti akan difokuskan di area Paseban Alun-alun Ponorogo, kalau sebelumnya di area kantor Jalan Juanda,” ujarnya, kemarin (1/6).
Menurut Marjuni, potensi kepadatan menjadi perhatian utama karena dua kloter akan tiba dalam waktu yang hampir bersamaan.
Selain itu, ribuan anggota keluarga diperkirakan hadir untuk menjemput jemaah.
Karena itu, KHU Ponorogo menjadwalkan rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait guna menyusun rekayasa lalu lintas dan pengaturan arus kendaraan saat proses penyambutan berlangsung.
Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) juga akan dilibatkan untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar kawasan alun-alun.
“Beda dengan keberangkatan, pulangnya dua kloter ini bareng. Penjemputan di satu tempat, jadi harus kami antisipasi sebaik mungkin agar tidak padat,” jelasnya.
Di sisi lain, kondisi jemaah haji asal Ponorogo dilaporkan dalam keadaan baik. Seluruh rangkaian ibadah wajib telah dijalani tanpa kendala berarti.
Marjuni menyebut saat ini jemaah hanya tinggal menyelesaikan sejumlah ibadah sunah, termasuk tawaf wada atau tawaf perpisahan, sebelum bersiap meninggalkan Arab Saudi.
“Kemarin ada satu yang sempat sakit, tapi setelah dirawat di RS King Faisal, Arab Saudi sudah pulih dan bisa mengikuti kegiatan ibadah,” terangnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto