Jawa Pos Radar Ponorogo – Penutupan sementara 11 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Ponorogo mendapat perhatian serius dari Pemkab Ponorogo.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita meminta pengawasan terhadap dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita, mengaku terkejut setelah menerima informasi penghentian sementara operasional 11 SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebab, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, operasional dapur umum selama ini berjalan relatif normal.
“Kami sebenarnya ingin ngobrol intens dengan BGN sehingga MBG di Ponorogo bisa berjalan maksimal,” katanya, Selasa (2/6).
Menurut dia, program MBG memiliki manfaat besar bagi masyarakat, mulai anak-anak, balita hingga ibu hamil.
Karena itu, penghentian operasional sejumlah SPPG dinilai berpotensi mengganggu layanan pemenuhan gizi bagi kelompok penerima manfaat.
Berdasarkan informasi yang diterima pemkab, persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) masih menjadi penyebab utama mayoritas SPPG dijatuhi sanksi suspend.
Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, Pemkab Ponorogo berharap Satuan Tugas (Satgas) MBG yang telah dibentuk dapat dilibatkan dalam proses pengawasan dan pemeriksaan dapur umum secara berkala.
Dengan keterlibatan tersebut, pemerintah daerah dapat memberikan peringatan atau pembinaan lebih awal apabila ditemukan potensi pelanggaran sebelum berujung pada penghentian operasional.
“Kami berharap Satgas bisa dilibatkan untuk itu (pengawasan, Red). Sehingga bisa melihat langsung seperti apa kondisi SPPG ini,” jelasnya.
Bunda Rita menegaskan seluruh pengelola SPPG wajib mematuhi ketentuan yang ditetapkan BGN, termasuk memenuhi standar kesehatan dan kelayakan lingkungan.
Persyaratan seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sistem IPAL, hingga berbagai izin pendukung lainnya harus dipenuhi agar layanan MBG berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Jika ditemukan pelanggaran, Satgas MBG akan melaporkan hasil temuannya kepada BGN sebagai bahan evaluasi maupun penindakan.
“Kami juga memeriksa beberapa, IPAL-nya tidak ada masalah. Tentu harapan kami, agar kualitas MBG di Ponorogo semakin lebih baik,” ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto