Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Aspal Langka Dua Bulan, Proyek Jalan Rp 80 Miliar di Madiun Tertahan

Dian Rahayu • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:20 WIB
TERTUNDA: Program peningkatan dan pemeliharaan jalan di Kabupaten Madiun belum berjalan akibat kelangkaan aspal yang terjadi sejak April lalu. DOK RADAR MADIUN
TERTUNDA: Program peningkatan dan pemeliharaan jalan di Kabupaten Madiun belum berjalan akibat kelangkaan aspal yang terjadi sejak April lalu. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Target Pemkab Madiun meningkatkan kemantapan jalan tahun ini menghadapi tantangan berat.

Kelangkaan aspal yang terjadi sejak April membuat proyek peningkatan dan pemeliharaan jalan belum bisa dijalankan meski anggaran sekitar Rp 80 miliar telah disiapkan.

 

Kondisi tersebut bahkan menyebabkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun dua kali gagal melaksanakan proses pengadaan karena stok aspal dari produsen tidak tersedia di pasaran.

Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun Astutik Diah Ningsih mengatakan seluruh tahapan perencanaan sebenarnya telah selesai disusun.

Namun, proses menuju pelaksanaan fisik masih tertahan akibat persoalan harga dan ketersediaan material.

“Perencanaannya sudah selesai. Tetapi untuk penetapan HPS kami masih menunggu kepastian harga karena harga pasar saat ini melebihi harga satuan pemkab,” ujarnya, kemarin (3/6).

Menurut Astutik, kelangkaan aspal sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir.

Selain membuat proses pengadaan tertunda, kondisi tersebut juga berdampak pada perencanaan rehabilitasi ruas jalan yang telah diprogramkan tahun ini.

“Masalah utamanya barang tidak tersedia. Aspal dari produsen masih kosong sehingga pengadaan belum bisa dilaksanakan,” katanya.

Padahal, tahun ini Pemkab Madiun menargetkan tingkat kemantapan jalan mencapai 756,887 kilometer atau sekitar 73,66 persen dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 1.027,513 kilometer.

Jika kondisi pasokan dan harga aspal kembali normal, DPUPR akan segera melakukan penyesuaian anggaran sekaligus memulai proses pengadaan pekerjaan fisik.

Meski demikian, keterbatasan bahan baku berpotensi memengaruhi panjang ruas jalan yang nantinya dapat ditangani pada tahun anggaran 2026.

Sebagai langkah antisipasi, DPUPR telah menyiapkan skala prioritas penanganan. Fokus utama diarahkan pada pemeliharaan rutin agar kerusakan jalan tidak berkembang menjadi lebih berat.

Ruas jalan yang masih dalam kondisi rusak ringan akan dipertahankan agar tetap layak dilalui.

Sementara ruas dengan tingkat kerusakan sedang akan mendapatkan penanganan terlebih dahulu agar tidak semakin memburuk.

“Target kami paling lambat akhir Juli pekerjaan fisik sudah mulai berjalan. Saat ini kami terus memantau ketersediaan barang dari produsen agar proses pengadaan bisa segera dilakukan,” tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#aspal langka #jalan kabupaten madiun #Jalan Mantap #dpupr madiun