Jawa Pos Radar Ponorogo – Rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo untuk tahun ajaran 2026/2027 terus digenjot.
Meski sudah menjangkau hampir 15 ribu keluarga miskin dan rentan miskin, kuota peserta didik jenjang SD masih belum terpenuhi.
Hingga awal Juni, Sekolah Rakyat Ponorogo masih kekurangan 16 siswa SD untuk memenuhi satu rombongan belajar (rombel) yang telah dialokasikan pemerintah.
Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Ponorogo Kademin mengatakan, proses penjaringan dilakukan secara door to door dengan menyasar keluarga desil I dan II.
Total terdapat sekitar 28 ribu keluarga yang menjadi sasaran program tersebut.
Dalam dua pekan terakhir, sebanyak 14.965 keluarga berhasil didatangi petugas PKH.
Dari hasil pendataan itu, tercatat 97 calon siswa bersedia mengikuti program Sekolah Rakyat.
Rinciannya, jenjang SMA berhasil menjaring 45 calon siswa dan SMP sebanyak 38 calon siswa.
Sementara jenjang SD baru memperoleh 14 calon siswa.
"Kuota SD masih kurang 16 siswa untuk memenuhi satu rombel yang telah dialokasikan. SMA dan SMP sudah melebihi satu rombel," kata Kademin, Kamis (4/6).
Menurut dia, tantangan terbesar bukan pada proses pendataan, melainkan meyakinkan orang tua calon siswa agar bersedia mengikutsertakan anaknya dalam program tersebut.
Pasalnya, pada tahun pertama pelaksanaan, siswa Sekolah Rakyat Ponorogo akan dititipkan sementara di Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Madiun.
Kondisi itu membuat sebagian orang tua masih khawatir karena anak harus tinggal di asrama dan jauh dari keluarga.
"Karena fasilitas permanen di Ponorogo belum siap digunakan, masih dibangun September nanti. Jadi baru tahun depannya bisa pindah ke Ponorogo," jelasnya.
Meski demikian, pihaknya optimistis seluruh kuota dapat terpenuhi sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Dengan waktu sekitar tiga pekan yang masih tersisa, tim PKH akan semakin intensif melakukan penjaringan calon siswa dari rumah ke rumah.
Selain menyasar keluarga yang sudah masuk dalam basis data sosial, pemerintah juga membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin yang belum tercatat dalam sistem pendataan untuk mengikuti program tersebut.
"Insya Allah kuota yang diberikan untuk Ponorogo bisa terpenuhi seluruhnya," ungkap Kademin. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto