Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Grebeg Suro 2026 Dianggarkan Rp 500 Juta, Pemkab Ponorogo Bidik Lonjakan Wisatawan

Sugeng Dwi N. • Kamis, 4 Juni 2026 | 17:00 WIB
Persiapan panggung utama Grebeg Suro 2026 mulai dilakukan di Alun-Alun Ponorogo. DOK RADAR PONOROGO
Persiapan panggung utama Grebeg Suro 2026 mulai dilakukan di Alun-Alun Ponorogo. DOK RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemkab Ponorogo tetap mempertahankan anggaran Grebeg Suro 2026 di angka Rp 500 juta.

Meski tidak mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, agenda budaya terbesar di Bumi Reog itu ditargetkan mampu mendongkrak perekonomian daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Persiapan penyelenggaraan Grebeg Suro 2026 kini memasuki tahap akhir.

Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk panggung utama di Alun-Alun Ponorogo, mulai disiapkan menjelang pembukaan rangkaian acara yang tinggal menghitung hari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan, finalisasi berbagai agenda telah dilakukan dalam sepekan terakhir.

Tahun ini, Pemkab berupaya menghadirkan konsep yang lebih segar dengan menggandeng event organizer (EO) lokal.

"Kami menggandeng EO lokal untuk tahun ini agar tampilannya berbeda dari tahun sebelumnya," kata Agus Sugiarto, yang akrab disapa Ugin, Kamis (4/6).

Salah satu agenda utama yang menjadi magnet wisatawan adalah Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang diikuti 31 peserta dari berbagai daerah.

Selain itu, Festival Reog Remaja (FRR) juga bakal diikuti 24 peserta.

Tak hanya itu, Grebeg Suro 2026 akan diramaikan sedikitnya 28 agenda pendukung yang digelar selama sebulan penuh.

Berbagai kegiatan budaya, hiburan, hingga wisata diharapkan mampu menarik ribuan pengunjung datang ke Ponorogo.

Menurut Ugin, anggaran Rp 500 juta yang bersumber dari APBD hanya digunakan sebagai stimulan.

Seperti tahun sebelumnya, kebutuhan pendanaan tambahan akan ditopang melalui kerja sama dengan sponsor.

Dengan anggaran yang relatif terbatas, Pemkab Ponorogo berharap penyelenggaraan Grebeg Suro tetap memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

"UMKM kami harapkan berjalan, pegiat karya, jajanan, industri perhotelan, sampai makanan ekonominya kami harapkan naik," ujarnya.

Pemkab juga menargetkan kemeriahan Grebeg Suro berbanding lurus dengan peningkatan PAD.

Potensi pendapatan diperkirakan berasal dari sektor retribusi, parkir, aktivitas perdagangan, hingga perputaran ekonomi selama event berlangsung.

Selain FNRP dan FRR, sejumlah agenda tradisional yang menjadi ikon Grebeg Suro tetap dipertahankan.

Di antaranya larungan di Telaga Ngebel, kirab pusaka, serta berbagai kegiatan budaya lainnya yang telah menjadi daya tarik wisata tahunan.

"Nanti juga ada larungan di Ngebel, kirab pusaka, dan banyak agenda lainnya. Termasuk beberapa event baru yang menarik," tandas Ugin. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Grebeg Suro 2026 #pad #wisata Ponorogo #festival reog #ponorogo