Jawa Pos Radar Ponorogo – Kebakaran hebat melanda rumah milik Suroto di Jalan Poncosiwalan, Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Jumat siang (5/6).
Api yang muncul sekitar pukul 14.19 WIB dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan rumah yang berada di kawasan padat penduduk.
Warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar dan mengancam bangunan lain di sekitarnya.
Petugas kemudian langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api merembet ke rumah warga lainnya.
"Begitu menerima laporan, anggota menuju lokasi dan melakukan pemadaman serta pendinginan," ujarnya.
Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani peristiwa tersebut.
Namun, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena kondisi api yang sudah membakar sebagian besar bangunan.
Selain itu, lokasi rumah yang berada di lingkungan padat penduduk membuat petugas harus bekerja ekstra agar api tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Setelah berjibaku selama sekitar 86 menit, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api.
Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 15.45 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
Dugaan tersebut menguat setelah petugas menemukan titik awal kebakaran berada di salah satu sudut ruangan yang menunjukkan indikasi arus pendek listrik.
"Diduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Hal itu diperkuat dari bekas kebakaran yang muncul di sudut salah satu ruangan," jelas Bambang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
"Nihil korban jiwa, penyebab sementara diduga arus pendek listrik," pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto