Jawa Pos Radar Ponorogo – Ancaman balon udara liar kembali memicu kerusakan di Ponorogo.
Sebuah petasan yang diduga dibawa balon udara meledak di kompleks SMAN 1 Badegan, Minggu pagi (7/6), mengakibatkan dua ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu juga memecahkan kaca jendela, merusak atap bangunan, hingga mengakibatkan bagian plafon toilet sekolah ikut terdampak.
Suara dentuman keras sempat mengejutkan warga sekitar.
Beberapa warga mengaku merasakan getaran cukup kuat yang berasal dari arah kompleks sekolah.
Kanit Reskrim Polsek Jambon Aiptu Marsidi Condro Yuwono mengatakan, petugas yang melakukan pemeriksaan menemukan sejumlah kerusakan bangunan serta serpihan kertas yang diduga berasal dari rangkaian petasan balon udara.
“Dugaan sementara petasan jatuh dari balon udara saat terbang. Kami tidak menemukan serpihan benda lain di lokasi,” ujarnya.
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas XI-5 dan XII-10.
Dua kaca jendela pecah akibat tekanan ledakan, sementara sebagian atap dan genteng bangunan mengalami kerusakan.
Tak hanya itu, plafon toilet yang berada di sekitar lokasi ledakan juga ikut rusak akibat kuatnya tekanan yang ditimbulkan.
Menurut Marsidi, penyidik masih berupaya menelusuri asal-usul balon udara tersebut.
Hingga kini belum diketahui dari wilayah mana balon diterbangkan sebelum akhirnya menjatuhkan petasan di area sekolah.
“Ledakannya cukup kuat hingga menimbulkan getaran yang merusak bangunan sekolah,” katanya.
Beruntung peristiwa itu terjadi saat hari libur sehingga tidak ada aktivitas belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Waka Humas SMAN 1 Badegan Priandana Widatmo Putro mengatakan, lokasi yang terdampak berada di jalur yang setiap hari dilalui siswa menuju kantin dan toilet sekolah.
Karena itu, pihak sekolah segera melakukan penanganan dan perbaikan agar area tersebut aman saat kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.
“Kami segera memperbaiki bagian yang rusak karena berada di akses siswa,” terangnya. (gen/her)
Editor : Hengky Ristanto