Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Teliti Komunikasi Politik Berbasis Etika Islam, Kang Wi Selangkah Lagi Raih Gelar Doktor

Sugeng Dwi N. • Rabu, 10 Juni 2026 | 10:40 WIB
NOVELTY ILMIAH: Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno memaparkan proposal disertasi Program Doktor Studi Islam UIN Ponorogo. FOTO: ISTIMEWA
NOVELTY ILMIAH: Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno memaparkan proposal disertasi Program Doktor Studi Islam UIN Ponorogo. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Ponorogo – Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno semakin dekat menyandang gelar doktor.

Politikus yang akrab disapa Kang Wi itu telah menuntaskan ujian klinik proposal disertasi Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (UIN Ponorogo/Uinpo), Senin (8/6).

Dalam forum akademik tersebut, Kang Wi mempresentasikan rancangan penelitian berjudul Model Kausal Komunikasi Politik PKB Berbasis Etika Politik Islam: Pengaruh Etika Politik Islam dan Struktur Sosio-Kultural terhadap Integritas Komunikasi Politik dengan Mediasi Praktik Komunikasi Politik (mixed methods sequential exploratory).

Penelitian tersebut mengkaji hubungan antara etika politik Islam, kondisi sosial budaya, serta praktik komunikasi politik terhadap integritas komunikasi politik.

Kajian itu diharapkan mampu memberikan kontribusi akademik sekaligus rekomendasi praktis bagi para pelaku politik.

“Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi terhadap pengembangan kajian politik Islam sekaligus menjadi rekomendasi praktis bagi aktor politik untuk membangun komunikasi politik yang lebih etis dan berintegritas,” ujar Kang Wi.

Direktur Pascasarjana UIN Ponorogo Prof Agus Purnomo menjelaskan, mahasiswa program doktor wajib melewati tahapan akademik yang ketat sebelum dinyatakan layak menyandang gelar doktor.

Menurutnya, proses tersebut dimulai dari perkuliahan, klinik proposal, ujian proposal, seminar hasil penelitian, hingga ujian promosi doktor.

“Setiap tahapan dirancang agar penelitian yang dihasilkan memenuhi standar akademik, memiliki kebaruan ilmiah dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” jelas Agus.

Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Studi Islam UIN Ponorogo Dr Basuki menegaskan bahwa ujian klinik proposal menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas penelitian mahasiswa doktoral.

Selain menyelesaikan penelitian, mahasiswa juga dituntut menghadirkan novelty atau kebaruan ilmiah yang dapat memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan.

“Pendampingan akademik dilakukan secara intensif sejak penyusunan proposal hingga penyelesaian disertasi,” katanya.

Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ponorogo sendiri berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 838 Tahun 2024.

Program tersebut telah mengantongi akreditasi BAN-PT Nomor 116/SK/BAN-PT/Ak.PNB/2.0/53/II/2026.

Saat ini terdapat sekitar 40 mahasiswa aktif dari berbagai latar belakang profesi, mulai dosen, guru, birokrat, tokoh masyarakat hingga pejabat publik.

Program doktor tersebut juga menawarkan 17 konsentrasi keilmuan, termasuk Politik Islam, Hukum Islam, Ekonomi Syariah, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#UIN Ponorogo #disertasi doktor #komunikasi politik islam #ketua dprd ponorogo #dwi agus prayitno