Jawa Pos Radar Ponorogo - Menjelang puncak perayaan Grebeg Suro 2026, pengemis dan pengamen mulai bermunculan di kawasan pusat Kota Ponorogo.
Kondisi itu membuat Satpol PP dan Damkar memperketat pengawasan dengan menggelar patroli rutin setiap dua jam sekali.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama rangkaian agenda Grebeg Suro berlangsung.
Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP dan Damkar Ponorogo Subiantoro mengatakan, petugas akan menyisir sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi favorit pengemis maupun pengamen beraktivitas.
“Kami juga mendirikan sejumlah pos jaga di Jalan HOS Cokroaminoto dan area Pendapa Pemkab Ponorogo,” ujarnya, Minggu (14/6).
Menurut dia, kemunculan pengemis dan pengamen mulai terlihat di kawasan Alun-alun Ponorogo yang sebelumnya relatif steril dari aktivitas tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Karena itu, pengawasan diperketat selama perayaan Grebeg Suro yang diperkirakan mendatangkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Salah satu hasil patroli terjadi pada Kamis (10/6) lalu. Petugas mengamankan seorang pengemis perempuan paruh baya di simpang Tambakbayan.
Setelah dilakukan pendataan, yang bersangkutan langsung diserahkan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Ponorogo untuk menjalani pembinaan lebih lanjut.
“Baru sekali ini terjaring razia, asalnya dari Ponorogo dan langsung kami serahkan ke Dinsos agar bisa dibina,” ungkap Subiantoro.
Dia mengakui Ponorogo menjadi salah satu daerah tujuan bagi pengemis dan pengamen, terutama saat berlangsung kegiatan besar yang menghadirkan banyak pengunjung.
Bahkan, tidak sedikit yang datang dari luar daerah untuk mencari keuntungan selama perayaan berlangsung.
“Ada yang dalam beberapa jam sudah mendapatkan ratusan ribu rupiah, ada juga yang berasal dari luar kota,” katanya.
Satpol PP dan Damkar memastikan patroli akan terus ditingkatkan selama Grebeg Suro berlangsung.
Pengawasan dilakukan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan masyarakat dan wisatawan dapat menikmati seluruh rangkaian acara dengan aman dan nyaman.
“Jadi kami terus meningkatkan pemantauan agar warga Ponorogo nyaman tanpa pengemis dan pengamen,” tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto