Jawa Pos Radar Ponorogo – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo menghadapi hambatan serius.
Persoalan utama bukan pada anggaran, melainkan keterbatasan lahan yang memenuhi syarat untuk pembangunan koperasi, khususnya di wilayah kelurahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan, dari total 307 titik KDKMP yang ditargetkan, hingga saat ini baru 141 lokasi yang selesai dibangun. Sementara 196 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Di sisi lain, sebanyak 24 kelurahan belum dapat merealisasikan pembangunan KDKMP karena terkendala ketersediaan lahan.
Bahkan, lima kelurahan tercatat tidak memiliki aset daerah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan koperasi.
“Memang ada keterbatasan, terutama soal luasan lahan. Mencari aset daerah dengan ukuran 20x30 meter di area kelurahan itu agak susah,” ujar Ugin, sapaan akrab Agus Sugiarto, Minggu (14/6).
Menurut dia, pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah opsi untuk mengatasi persoalan tersebut.
Salah satunya melalui skema pinjam pakai maupun sewa aset milik Pemkab Ponorogo yang memungkinkan dimanfaatkan sebagai lokasi KDKMP.
Namun, proses pemanfaatan aset daerah tidak bisa dilakukan secara instan.
Setiap aset yang akan digunakan harus dipastikan tidak sedang terikat kerja sama dengan pihak lain dan wajib melalui tahapan penilaian atau appraisal sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk penggunaan aset daerah memang tahapannya panjang karena harus sesuai aturan,” katanya.
Pemkab Ponorogo kini menyiapkan rapat koordinasi lintas sektor guna mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
Sejumlah instansi terkait, termasuk Disperdakum dan Kodim, akan dilibatkan untuk memetakan alternatif lokasi yang dapat digunakan.
Selain ketersediaan lahan, faktor lokasi juga menjadi pertimbangan penting.
Pemkab tidak ingin KDKMP dibangun di lokasi yang terlalu jauh dari pusat aktivitas masyarakat karena berpotensi mengurangi efektivitas layanan ekonomi yang diberikan koperasi.
“Kalau lokasinya terlalu jauh tentu kurang efektif untuk kegiatan ekonomi warga,” tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto