Jawa Pos Radar Ponorogo – Menyambut datangnya malam 1 Sura 1448 Hijriah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ponorogo melaksanakan tradisi ziarah ke makam para tokoh pendiri dan leluhur Ponorogo, Sabtu (14/6).
Tradisi tahunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam sekaligus bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu yang berperan dalam sejarah berdirinya Bumi Reog.
Rombongan memulai ziarah dari kompleks makam Batoro Katong di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan.
Doa bersama dipimpin Plt Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo M. Thohari sebelum dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga.
“Ini tradisi kami setiap menjelang 1 Sura maupun tahun baru Islam,” ujar Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Setelah dari makam Batoro Katong, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Ki Ageng Mirah dan Patih Seloaji yang juga memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Ponorogo.
Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan. Tidak hanya diikuti unsur pemerintah daerah dan Forkopimda, sejumlah warga juga turut hadir mengikuti doa bersama di lokasi makam para leluhur tersebut.
Menurut Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita, tradisi ziarah memiliki makna penting sebagai sarana edukasi sejarah kepada generasi muda agar tidak melupakan jasa para pendiri daerah.
“Harapannya masyarakat ingat siapa pendiri Ponorogo dan tokoh-tokoh Ponorogo,” ujarnya.
Rangkaian ziarah kemudian berlanjut ke makam Kanjeng Raden Mas Adipati (KRMA) Mertonegoro di Desa Tajug, Kecamatan Siman.
Selanjutnya rombongan mengunjungi makam Ki Ageng Muhammad Besari di Tegalsari, makam Kanjeng Raden Mas Adipati Aryo (KRMAA) Tjokronegoro di kawasan barat Masjid Agung Ponorogo, hingga Astana Srandil yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Raden Mas Mertokusumo.
Sebagai penutup, rombongan melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Wira Patria Paranti sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa.
Bunda Rita berharap tradisi tersebut terus dilestarikan agar generasi penerus memahami sejarah daerah dan menghargai perjuangan para tokoh yang berjasa membangun Ponorogo.
“Agar nanti anak cucu kita paham ternyata banyak tokoh Ponorogo yang harus kita sowani,” pesannya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto