Jawa Pos Radar Ponorogo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo menyiagakan ratusan petugas kebersihan untuk mengantisipasi penumpukan sampah selama pelaksanaan Kirab Pusaka Grebeg Suro 2026, Senin (15/6).
Sebanyak 237 personel diterjunkan di sepanjang rute kirab untuk memastikan kawasan tetap bersih setelah ribuan warga memadati jalur prosesi budaya tahunan tersebut.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Ponorogo Adhi Fahrianto Sulistyawan mengatakan, personel yang disiapkan terdiri atas 167 petugas kebersihan DLH dan 70 siswa pecinta alam.
“Sebanyak 167 petugas kebersihan kami tempatkan mulai kawasan Makam Batoro Katong hingga Alun-alun. Selain itu, ada 70 siswa pecinta alam yang membantu menyisir sampah di sepanjang area publik,” ujarnya, kemarin (14/6).
Menurut Adhi, petugas akan bergerak cepat membersihkan sampah yang ditinggalkan pengunjung setelah kegiatan kirab selesai.
Selain melakukan pembersihan, DLH juga mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan selama kegiatan berlangsung.
“Kami juga sosialisasikan kepada warga yang menonton agar tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
DLH menilai persoalan sampah menjadi pekerjaan rutin setiap pelaksanaan Kirab Pusaka.
Berdasarkan hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya, volume sampah selalu meningkat setelah kegiatan berakhir.
Jenis sampah yang paling banyak ditemukan didominasi sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman yang dibawa pengunjung.
“Evaluasi setiap tahun, sampah plastik biasanya yang paling banyak ditemukan,” tambah Adhi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto