Jawa Pos Radar Ponorogo – Kerusakan Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, yang sempat mengganggu akses jalur Ponorogo–Pacitan (Poci) segera ditangani.
DPU Bina Marga Jatim menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk perbaikan darurat pada jembatan yang mengalami kerusakan talud akibat tergerus aliran sungai.
Kabid Pemeliharaan DPU Bina Marga Jatim Agus Sutanto menjelaskan, kerusakan terjadi setelah cekdam milik BBWS Bengawan Solo yang berada tidak jauh dari lokasi jembatan mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai menjadi lebih deras saat hujan dan mengikis sedimen tanah di sekitar fondasi hingga talud ambrol pada 20 Mei lalu.
“Endapan sungai hanyut, karena cekdam-nya rusak jadinya aliran deras dan merusak talud sekitar jembatan,” ujarnya, Selasa (16/6).
Saat ini, proses administrasi perbaikan tengah diselesaikan.
Setelah itu, pekerjaan fisik akan segera dimulai dengan fokus pada penanganan darurat agar jalur penghubung Ponorogo-Pacitan kembali aman dilintasi masyarakat.
Dalam penanganan tersebut, talud yang rusak akan diperkuat menggunakan bronjong.
Selain itu, DPU Bina Marga Jatim juga berencana membangun tiga groundsill di sekitar area jembatan untuk menahan laju aliran sungai sekaligus mengurangi risiko gerusan susulan.
“Nanti kami sebar groundsill di beberapa titik, kami juga meminta BBWS Bengawan Solo memperbaiki cek dam di aliran bawah yang rusak itu,” terang Agus.
Meski perbaikan permanen belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran, DPU memastikan struktur utama jembatan masih dalam kondisi aman dan layak digunakan.
Menurut Agus, hasil pemeriksaan menunjukkan bentangan jembatan tidak mengalami kerusakan sehingga penanganan darurat yang dilakukan diyakini cukup untuk mengembalikan fungsi jalur secara normal.
“Kalau jembatan aman, setelah kami treatment ini sudah bisa normal lagi dilintasi,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto