Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Grebeg Suro 2026 Ponorogo Berakhir, Tradisi Larung Sesaji Telaga Ngebel Sedot Wisatawan

Sugeng Dwi N. • Rabu, 17 Juni 2026 | 06:00 WIB
Tumpeng Agung setinggi empat meter dilarung menuju tengah Telaga Ngebel dalam prosesi Larung Sesaji yang menjadi penutup rangkaian Grebeg  Suro 2026, kemarin (16/6). SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Tumpeng Agung setinggi empat meter dilarung menuju tengah Telaga Ngebel dalam prosesi Larung Sesaji yang menjadi penutup rangkaian Grebeg Suro 2026, kemarin (16/6). SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Grebeg Suro 2026 resmi berakhir.

Penutupan ditandai dengan prosesi Larung Sesaji Telaga Ngebel yang berlangsung meriah dan disaksikan ribuan pengunjung, kemarin (16/6).

Sejak dini hari, kawasan wisata Telaga Ngebel telah dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan salah satu tradisi budaya paling ikonik di Bumi Reog tersebut.

Puncak acara ditandai dengan kirab Tumpeng Agung dan hasil bumi mengelilingi jalur lingkar telaga sepanjang 5,3 kilometer sebelum akhirnya dilarung ke tengah perairan.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, larung sesaji merupakan simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki sekaligus doa menyambut Tahun Baru Islam.

’’Larung ini adalah doa dalam bentuk kegiatan, sebagai rasa syukur dan sedekah,’’ ujarnya.

Setelah diarak, Tumpeng Agung setinggi empat meter dibawa menuju dermaga dan dinaikkan ke atas perahu bambu.

Dua sesepuh kemudian mengawal prosesi dengan menyelam dan mendorong tumpeng hingga ke tengah telaga untuk ditenggelamkan.

Aksi tersebut menjadi pusat perhatian pengunjung. Apalagi, Telaga Ngebel yang berada di kaki Gunung Wilis dikenal memiliki arus bawah yang cukup kuat.

Meski demikian, kedua sesepuh berhasil menyelesaikan ritual dan kembali ke dermaga dengan selamat.

Menurut Bunda Rita, tradisi larung sesaji tidak hanya menarik minat masyarakat Ponorogo.

Wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara juga datang untuk menyaksikan ritual budaya yang digelar setiap tahun tersebut.

’’Tidak hanya warga Ponorogo, masyarakat dari daerah lain bahkan luar negeri juga penasaran,’’ jelasnya.

Setelah prosesi larungan selesai, acara dilanjutkan dengan purak tumpeng hasil bumi.

Sebanyak 30 tumpeng berisi aneka hasil pertanian dan perikanan diperebutkan pengunjung yang meyakini tradisi tersebut membawa berkah.

Mariyam, pengunjung asal Lembeyan, Magetan, mengaku sengaja datang untuk pertama kalinya mengikuti tradisi ngalap berkah di Telaga Ngebel.

’’Tadinya mau ambil durian, tapi karena ramai jadi pilih buah dan ikan ini,’’ katanya sambil menunjukkan hasil yang berhasil didapatkan. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Grebeg Suro 2026 #Larung Sesasi Ngebel #Telaga Ngebel #tumpeng agung #ponorogo