Jawa Pos Radar Ponorogo – Larung Sesaji Telaga Ngebel tahun ini menghadirkan warna baru.
Jika biasanya tumpeng raksasa berisi hasil pertanian dan buah-buahan, Grebeg Suro 2026 kali ini diramaikan kemunculan tumpeng nila setinggi tiga meter yang langsung menyita perhatian ribuan pengunjung.
Gunungan ikan tersebut diarak mengelilingi Telaga Ngebel bersama puluhan tumpeng lainnya sebelum akhirnya menjadi rebutan warga usai prosesi larungan selesai.
Penggagas tumpeng nila, Hadi Santosa, mengatakan ide tersebut lahir dari keinginan para pembudidaya ikan untuk mengenalkan potensi perikanan Ngebel sebagai identitas daerah.
’’Awalnya tidak diminta ikut buat tumpeng, tapi karena ingin ada yang baru, akhirnya kami ikut. Hasilnya dari puluhan tumpeng kami juara 3 terbaik,’’ ujarnya, kemarin (16/6).
Tumpeng setinggi tiga meter itu dibuat dari hasil panen ikan nila milik 15 petani tambak di kawasan Telaga Ngebel.
Total sebanyak dua kuintal atau sekitar 1.200 ekor ikan disiapkan untuk memeriahkan tradisi tahunan tersebut.
Sebanyak 200 kilogram ikan disusun membentuk gunungan atau buceng nila.
Sementara sisanya sekitar 1,8 kuintal dibagikan langsung kepada masyarakat yang hadir.
Menurut Hadi, seluruh ikan dipastikan aman dikonsumsi.
Setelah dipanen, ikan diawetkan secara alami menggunakan campuran air garam, jahe, dan kunyit agar tetap segar hingga prosesi berlangsung.
’’Sengaja yang tidak kami buat buceng itu lebih banyak agar bisa kami bagikan langsung ke pengunjung,’’ katanya.
Menariknya, gagasan membuat tumpeng nila muncul hanya tiga hari sebelum pelaksanaan larung sesaji.
Meski persiapannya singkat, hasilnya justru menjadi salah satu atraksi yang paling banyak menarik perhatian pengunjung.
Banyak warga rela menunggu di sekitar lokasi untuk mendapatkan ikan dari tumpeng tersebut.
Suasana semakin meriah ketika prosesi perebutan hasil bumi dan ikan dimulai.
Teriakan dan gelak tawa pengunjung pecah di tepi telaga saat warga berusaha mendapatkan ikan nila yang dipercaya membawa keberkahan.
Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, para petani tambak berencana menambah jumlah ikan pada penyelenggaraan tahun depan.
’’Tahun depan kami siapkan lebih banyak ikan lagi, lebih besar juga,’’ tandas Hadi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto