Jawa Pos Radar Ponorogo – Euforia Kirab Pusaka Grebeg Suro 2026 menyisakan pekerjaan rumah bagi petugas kebersihan.
Ribuan warga yang memadati rute kirab meninggalkan tumpukan sampah di sepanjang jalur sejauh enam kilometer hingga kawasan Alun-alun Ponorogo.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo mencatat sedikitnya empat truk sampah harus diangkut setelah rangkaian kirab yang digelar Senin (15/6) lalu berakhir.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo Adhi Fahrianto mengatakan, fenomena tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun saat perayaan Grebeg Suro berlangsung.
“Mayoritas sampah plastik dan sisa makanan yang dibuang sembarangan di jalan,” katanya.
Sampah ditemukan berserakan di sepanjang rute Kirab Pusaka yang melintasi Jalan Batoro Katong, Ahmad Dahlan, HOS Cokroaminoto, hingga Jalan Jenderal Sudirman menuju Alun-alun Ponorogo.
Dari jalur tersebut, petugas kebersihan dan relawan berhasil mengumpulkan sekitar tiga truk sampah.
Sementara satu kontainer tambahan berasal dari kawasan Alun-alun Ponorogo yang menjadi titik akhir kirab dan prosesi jamasan pusaka.
Menurut Adhi, petugas masih menemukan berbagai jenis sampah seperti bungkus makanan, gelas plastik, hingga tusuk pentol yang dibuang sembarangan meski tempat sampah telah disediakan di sejumlah titik strategis.
“Di Alun-alun itu selesai acaranya tengah malam, jadi pembersihan sampah baru rampung sekitar pukul 02.30 pagi,” jelasnya.
Untuk menangani persoalan tersebut, DLH menerjunkan total 237 personel.
Mereka terdiri atas 167 petugas kebersihan DLH dan 70 siswa pecinta alam yang membantu proses pengumpulan sampah di lapangan.
Kehadiran para relawan turut mengundang simpati sebagian masyarakat.
Sejumlah warga terlihat ikut membantu mengumpulkan sampah yang berserakan setelah acara berakhir.
Meski demikian, DLH berharap kesadaran masyarakat terus meningkat agar tradisi tahunan yang menjadi kebanggaan Ponorogo tidak selalu meninggalkan persoalan sampah setiap kali digelar.
“Banyak yang masih peduli memang, tapi tetap kami harapkan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama,” tandas Adhi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto