Jawa Pos Radar Ponorogo – Realisasi proyek infrastruktur Pemerintah Kabupaten Ponorogo tahun ini masih bergerak lambat.
Memasuki pertengahan tahun anggaran, jumlah paket pekerjaan yang masuk proses lelang masih terbatas sehingga berpotensi kembali menumpuk pada akhir tahun.
Data Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Setda Ponorogo mencatat baru 12 paket pekerjaan yang dilelang secara bersamaan sepanjang Juni 2026.
Padahal, kurang dari tiga bulan lagi pemerintah daerah akan memasuki tahapan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
Kepala UKPBJ Ponorogo Budi Darmawan mengatakan sebagian paket yang masuk telah menyelesaikan proses lelang.
Di antaranya proyek renovasi dua puskesmas, yakni Puskesmas Ngebel dan Puskesmas Ronowijayan.
Selain itu, terdapat empat paket pekerjaan perbaikan jalan yang saat ini telah memasuki tahap penunjukan penyedia barang dan jasa.
Sementara lima paket lainnya masih dalam proses.
Masing-masing terdiri atas pekerjaan perbaikan saluran air serta pengurukan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
"Nilai paket bervariasi, ada yang ratusan juta sampai miliaran," kata Budi, Minggu (21/6).
Menurut dia, idealnya sebagian besar paket pekerjaan sudah mulai diajukan ke proses lelang sejak awal tahun agar pelaksanaan fisik dapat berjalan lebih cepat dan tidak menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.
Namun, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) masih menghadapi kendala teknis yang menyebabkan pengajuan tender molor dari jadwal yang direncanakan.
Salah satunya terjadi di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).
Penyesuaian harga aspal yang sempat mengalami perubahan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pengajuan lelang.
"Empat proyek perbaikan jalan yang sudah selesai lelang kemungkinan awal Juli sudah mulai diaspal," terangnya.
Karena itu, UKPBJ meminta seluruh OPD segera mempercepat proses pengajuan paket pekerjaan agar tahapan pengadaan tidak semakin mundur.
Tidak hanya DPUPKP, percepatan juga diharapkan dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Dindik), hingga RSUD dr. Harjono (RSDH) yang masih memiliki sejumlah paket pekerjaan untuk dilelang tahun ini.
Menurut Budi, semakin cepat proses tender dilakukan, semakin cepat pula pekerjaan dapat dikerjakan dan hasilnya dirasakan masyarakat.
"Semakin cepat tentu lebih baik, sejak awal memang kami berharap bisa diproses di awal tahun," pesannya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto