Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sensus Ekonomi 2026 di Ponorogo Tak Terkait Pajak, Warga Diminta Tak Takut Beri Data

Sugeng Dwi N. • Senin, 22 Juni 2026 | 01:50 WIB
Petugas Sensus Ekonomi 2026 memasang stiker usai melakukan wawancara di rumah dinas Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Petugas Sensus Ekonomi 2026 memasang stiker usai melakukan wawancara di rumah dinas Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Masyarakat Ponorogo diminta tidak khawatir saat didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE26).

Pemkab Ponorogo bersama Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan seluruh data yang diberikan warga dijamin kerahasiaannya dan tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan.

Pendataan SE26 mulai berlangsung sejak 16 Juni dan dijadwalkan berakhir pada akhir Agustus 2026.

Sebanyak 1.319 petugas diterjunkan untuk menjangkau 939.158 penduduk yang tersebar di 7.678 RT di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan memberikan informasi sesuai kondisi yang sebenarnya ketika diwawancarai petugas sensus.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional tersebut, Lisdyarita juga menjadi salah satu responden yang didatangi petugas di rumah dinasnya.

Dalam wawancara tersebut, petugas menggali berbagai informasi terkait aktivitas ekonomi, mulai jenis usaha, jumlah tenaga kerja, jaringan usaha, hingga kondisi keuangan.

Selain itu, aspek digitalisasi usaha juga menjadi bagian dari pendataan.

Termasuk penggunaan internet, pemasaran digital, hingga pemanfaatan sistem pembayaran elektronik.

"Pertanyaan yang diajukan cukup detail untuk menggambarkan aktivitas usaha secara menyeluruh," kata Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita.

Dia menegaskan masyarakat tidak perlu takut ataupun curiga terhadap proses pendataan yang dilakukan petugas sensus.

Menurutnya, seluruh data yang dihimpun dilindungi undang-undang dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan.

"Tidak perlu khawatir dan takut, data yang disampaikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik," tegasnya.

Bunda Rita berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi perekonomian Kabupaten Ponorogo.

Mulai dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan skala besar.

Data tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah, peningkatan investasi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

"Data ini menjadi pijakan penting dalam pengembangan UMKM, investasi, dan penciptaan lapangan kerja baru di Ponorogo," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Ponorogo Evy Trisusanti mengatakan sensus ekonomi bertujuan memotret kondisi riil perekonomian masyarakat secara menyeluruh.

Pendataan mencakup aktivitas usaha, kondisi ekonomi keluarga, hingga sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Ponorogo.

Karena itu, pihaknya berharap seluruh responden memberikan jawaban yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihasilkan benar-benar akurat.

"Sensus ini bertujuan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi daerah," kata Evy. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#sensus ekonomi 2026 #BPS #Pemkab Ponorogo #Lisdyarita #ponorogo