Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pendapatan Parkir Grebeg Suro Ponorogo Turun, Ekonomi Lesu Jadi Penyebab

Sugeng Dwi N. • Selasa, 23 Juni 2026 | 00:40 WIB
Kawasan kantong parkir di sekitar Alun-Alun Ponorogo saat pelaksanaan Grebeg Suro 2026. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Kawasan kantong parkir di sekitar Alun-Alun Ponorogo saat pelaksanaan Grebeg Suro 2026. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Pendapatan retribusi parkir selama pelaksanaan Grebeg Suro 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Meski sistem pengelolaan parkir yang diterapkan tetap sama, realisasi pendapatan tercatat lebih rendah dari capaian tahun 2025.

Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo mencatat pendapatan parkir selama rangkaian Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) dan Festival Reog Remaja (FRR) hanya mencapai Rp 53 juta.

Angka tersebut lebih rendah sekitar Rp 7 juta dibandingkan pendapatan parkir pada Grebeg Suro tahun lalu yang mencapai Rp 60 juta.

Kepala Dishub Ponorogo Wahyudi mengatakan secara teknis tidak ada perubahan dalam pola pengelolaan parkir selama pelaksanaan festival.

Pemerintah tetap menerapkan sistem open gate di kawasan Alun-Alun Ponorogo dengan fokus penataan kendaraan pada sejumlah titik kantong parkir yang telah disiapkan.

"Hasilnya, selama sembilan hari (6–15 Juni), pendapatan terkumpul Rp 53 juta. Tahun lalu dapat Rp 60 juta," katanya, kemarin (22/6).

Menurut Wahyudi, ada beberapa faktor yang menyebabkan turunnya pendapatan parkir tahun ini.

Salah satunya adalah durasi penyelenggaraan festival yang lebih pendek dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, rangkaian FNRP dan FRR berlangsung selama 11 hari. Sedangkan pada tahun ini kegiatan hanya berlangsung selama sembilan hari.

Selain itu, pada penyelenggaraan tahun lalu Dishub juga membuka tambahan kantong parkir di sejumlah lokasi strategis seperti halaman Gedung Sasana Praja dan Grida Krida Praja.

"Selain durasi hari lebih singkat, kondisi ekonomi tahun ini juga berbeda dari tahun lalu," terangnya.

Wahyudi menjelaskan pendapatan parkir sangat bergantung pada jumlah kunjungan masyarakat selama pelaksanaan festival.

Puncak penerimaan biasanya terjadi saat acara pembukaan, penutupan, maupun ketika penampilan peserta unggulan yang mampu menarik ribuan penonton ke kawasan Alun-Alun Ponorogo.

Meski mengalami penurunan, Dishub menilai capaian tahun ini masih tergolong optimal mengingat berbagai faktor yang memengaruhi tingkat kunjungan masyarakat.

"Pendapatan tahun ini kami rasa sudah maksimal," pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Grebeg Suro 2026 #pendapatan parkir #Dishub Ponorogo #ponorogo