Jawa Pos Radar Madiun – Komitmen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam memberikan apresiasi kepada generasi muda berprestasi terus ditunjukkan secara nyata.
Tak hanya membuka berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru yang fleksibel, kampus dengan tagline Religius, Cerdas, Berdampak itu juga memberikan penghargaan khusus bagi para penghafal Al-Qur’an.
Bentuk apresiasi tersebut ditunjukkan langsung oleh Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., yang mendatangi kediaman dua calon mahasiswi baru jalur Mandiri Tahfidz, Devi Lailinnafiah dan Deva Lailinnafiah, di Patihan Wetan, Kecamatan Babadan, Kamis (18/6).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus penghargaan kepada dua hafizah kembar yang berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz.
Dalam kesempatan itu, Prof. Evi membawa kabar istimewa. Kedua calon mahasiswi tersebut mendapatkan penghargaan berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga menyelesaikan masa studi di UIN Ponorogo.
“Karena sudah hafal 30 juz, maka kami berikan apresiasi berupa UKT Rp 0 hingga lulus,” ujarnya.
Menurut Prof. Evi, penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen kampus dalam memberikan ruang dan dukungan kepada para hafiz dan hafizah agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Langkah itu sekaligus menjadi bukti bahwa UIN Ponorogo tidak hanya memberikan perhatian pada prestasi akademik, tetapi juga menghargai capaian keagamaan yang dimiliki calon mahasiswa.
Jalur Tahfidz tanpa Tes Masih Dibuka
Sejalan dengan komitmen tersebut, UIN Ponorogo saat ini masih membuka berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026.
Salah satu jalur yang menjadi perhatian adalah Jalur Portofolio Tahfidz yang memungkinkan calon mahasiswa mengikuti seleksi tanpa tes tertulis.
Melalui jalur ini, peserta cukup memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz, melampirkan sertifikat atau ijazah tahfidz dari lembaga resmi, serta pas foto ukuran 3x4 berlatar merah.
Jalur tersebut berlaku untuk seluruh program studi jenjang sarjana (S1) dan proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring tanpa harus datang ke kampus.
Pendaftaran Jalur Portofolio Tahfidz dibuka mulai 2 hingga 26 Juni 2026. Kehadiran jalur ini menjadi bentuk keberpihakan kampus terhadap santri dan penghafal Al-Qur’an yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
CBT Online hingga Jalur Pesantren
Selain jalur tahfidz, UIN Ponorogo juga membuka Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (CBT) yang pendaftarannya berlangsung hingga 26 Juni 2026.
Menariknya, pelaksanaan ujian dapat dilakukan secara daring dari lokasi masing-masing peserta sehingga lebih mudah diakses calon mahasiswa dari berbagai daerah.
Kampus juga membuka Jalur Kerja Sama Pesantren Gelombang II bagi lulusan pesantren mitra. Seleksi dilakukan berbasis portofolio tanpa tes tertulis dengan mengunggah ijazah dan surat rekomendasi pimpinan pesantren.
Kesempatan lainnya tersedia melalui jalur nilai SNBT dan UM-PTKIN tanpa tes yang masih dibuka hingga 10 Juli 2026. Peserta cukup menggunakan nilai yang dimiliki sebagai dasar seleksi tanpa harus mengikuti ujian tambahan.
Tak hanya itu, tersedia pula Jalur Portofolio Prestasi Nonakademik bagi siswa berprestasi di bidang olahraga, seni budaya, keagamaan, hingga organisasi dan kepemimpinan. Pendaftaran jalur ini juga dibuka hingga 26 Juni mendatang.
Baca Juga: Lebih dari 80 Tahun Melayani Pelanggan, Soto Ayam Kondang Madiun Masih Jadi Favorit Hingga 2026
Siapkan Beasiswa dan Dukungan Prestasi
Prof. Evi berharap berbagai jalur yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan lulusan SMA, SMK, MA, MAK maupun pesantren untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Menurutnya, kampus telah menyiapkan berbagai program penghargaan, beasiswa, serta dukungan pengembangan prestasi bagi mahasiswa yang memiliki potensi unggul di bidang akademik maupun nonakademik.
Dengan berbagai jalur masuk yang fleksibel, sistem seleksi yang semakin mudah, serta dukungan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkomitmen mencetak generasi religius, cerdas, dan berdampak bagi masyarakat.
“Masih banyak program yang bisa diberikan oleh UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo bagi adik-adik yang berprestasi seperti jalur tahfidz,” pungkasnya. (osi/*)
Editor : Mizan Ahsani