Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hendak Ambil Air Wudu, Lansia di Ponorogo Tercebur Sumur

Sugeng Dwi N. • Selasa, 23 Juni 2026 | 20:20 WIB
Petugas BPBD Ponorogo mengevakuasi Indanah, warga Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, yang tercebur ke sumur sedalam 15 meter saat hendak mengambil air untuk berwudu, Selasa (23/6). SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Petugas BPBD Ponorogo mengevakuasi Indanah, warga Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, yang tercebur ke sumur sedalam 15 meter saat hendak mengambil air untuk berwudu, Selasa (23/6). SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Teriakan minta tolong dari rumah Indanah, 53, warga Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, menggegerkan warga sekitar, Selasa (23/6).

Setelah dicari ke berbagai ruangan rumah, sumber suara ternyata berasal dari dalam sumur di area dapur.

Perempuan tersebut diketahui tercebur ke sumur gali sedalam sekitar 15 meter saat hendak mengambil air untuk berwudu.

Rahma Sari, tetangga korban, mengaku sempat mendengar suara benda jatuh sesaat sebelum terdengar teriakan minta tolong dari dalam rumah.

Warga yang berdatangan kemudian berupaya mencari sumber suara hingga akhirnya mengetahui korban berada di dasar sumur.

"Katanya mau wudu. Waktu menimba air dari sumur, kepeleset karena ketarik tali timba," ujar Rahma.

Korban terpaksa bertahan di dalam sumur hingga petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetyo mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan warga maupun petugas.

"Sumur gali, jadi saat korban menimba air diduga terpeleset dan masuk sumur," jelas Agung.

Petugas sempat mencoba melakukan evakuasi menggunakan tangga yang diturunkan ke dalam sumur.

Namun upaya tersebut tidak berhasil karena kondisi korban yang sudah lemas dan mengalami syok.

Tim penyelamat akhirnya menerapkan metode evakuasi menggunakan katrol dengan menurunkan personel ke dasar sumur.

Proses penyelamatan berlangsung sekitar 30 menit hingga korban berhasil diangkat ke permukaan dalam kondisi selamat.

Korban kemudian langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

"Kondisi korban sadar, bisa diajak komunikasi. Saat jatuh air sumur cukup sehingga benturan yang dialami relatif ringan," terangnya.

BPBD mengimbau keluarga korban untuk meningkatkan aspek keselamatan di sekitar sumur guna mencegah kejadian serupa terulang.

Menurut Agung, lokasi sumur yang berada di area dapur cukup berisiko, terutama bagi lansia yang masih beraktivitas sendiri.

"Kami minta keluarga lebih berhati-hati atau minimal mendampingi jika ada orang tua yang beraktivitas di sekitar sumur," pesannya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#lansia tercebur sumur #BPBD Ponorogo #ponorogo