Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Listrik Byarpet di Ponorogo, DPRD Bakal Panggil PLN dan Minta Perbaikan Layanan

Sugeng Dwi N. • Selasa, 23 Juni 2026 | 22:30 WIB
Ketua Komisi C DPRD Ponorogo Widodo menerima berbagai keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan berencana memanggil PLN untuk meminta penjelasan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Ketua Komisi C DPRD Ponorogo Widodo menerima berbagai keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan berencana memanggil PLN untuk meminta penjelasan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memicu gelombang keluhan masyarakat Ponorogo.

Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku usaha, peternak, petani, hingga rumah tangga yang aktivitasnya bergantung pada pasokan listrik.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian DPRD Ponorogo.

Komisi C berencana memanggil PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ponorogo untuk meminta penjelasan terkait penyebab gangguan listrik yang berulang serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Ketua Komisi C DPRD Ponorogo Widodo mengatakan, pihaknya menerima banyak aduan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan.

Durasi pemadaman disebut berkisar dua hingga empat jam dan dalam sehari dapat terjadi beberapa kali.

“Memang ini masalah nasional, tetapi masyarakat dirugikan dan berharap ada pembenahan,” ujarnya, Selasa (23/6).

Menurut Widodo, DPRD akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama PLN dalam waktu dekat.

Selain membahas akar persoalan, legislatif juga meminta adanya sistem informasi yang lebih baik agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak pemadaman.

“Setidaknya ada informasi resmi dan sosialisasi jadwal pemadaman aliran listrik. Kualitas pelayanan itu sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Dia menilai gangguan listrik tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Banyak pelaku UMKM mengalami kerugian karena proses produksi terhenti saat listrik padam.

Salah satu sektor yang terdampak adalah usaha roti dan makanan olahan yang mengandalkan listrik sebagai sumber energi utama.

Ketika pemadaman terjadi, bahan baku yang telah dipersiapkan berisiko rusak dan tidak dapat diproses sesuai jadwal.

Selain UMKM, peternak ayam, pembudidaya ikan koi, hingga pelaku usaha di kawasan Lingkar Delapan Emas juga mengeluhkan kondisi serupa.

Gangguan pasokan listrik dinilai berpotensi menurunkan produktivitas usaha dan meningkatkan biaya operasional.

“Listrik itu sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Sering padamnya listrik berdampak pada perekonomian, kesehatan, hingga keamanan,” katanya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#listrik byarpet ponorogo #UMKM terdampak listrik padam #DPRD Ponorogo #pln ponorogo #pemadaman listrik