Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Petani Ponorogo Sambat Pupuk Subsidi Sulit Didapat, Kuota Hanya 64 Ribu Ton

Sugeng Dwi N. • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:00 WIB
Petani mulai memasuki musim tanam padi di sejumlah wilayah Ponorogo. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Petani mulai memasuki musim tanam padi di sejumlah wilayah Ponorogo. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Keluhan petani terkait sulitnya memperoleh pupuk subsidi masih muncul di sejumlah wilayah Ponorogo.

Padahal, realisasi penyaluran pupuk subsidi hingga pertengahan tahun ini telah mencapai sekitar 30 ribu ton atau 47 persen dari total alokasi yang tersedia.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mencatat total alokasi pupuk subsidi tahun 2026 mencapai 64 ribu ton.

Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dispertahankan Ponorogo Tamar Mahara mengatakan alokasi tersebut terdiri dari 33 ribu ton pupuk urea, 27 ribu ton pupuk NPK, empat ribu ton pupuk organik, dan enam ton pupuk ZA.

“Serapan pupuk subsidi sudah mencapai sekitar 47 persen. Hanya ZA yang belum terserap karena umumnya digunakan petani tebu,” ujarnya, kemarin (24/6).

Meski penyaluran terus berjalan, Tamar mengakui distribusi pupuk subsidi di lapangan belum sepenuhnya ideal.

Salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan kuota yang diterima Ponorogo dari pemerintah pusat.

Tahun ini, kebutuhan pupuk yang diusulkan petani mencapai 87 ribu ton.

Namun, jumlah yang disetujui hanya sekitar 64 ribu ton atau setara 73 persen dari total kebutuhan yang diajukan.

“Kuota yang diterima memang masih di bawah kebutuhan riil petani,” katanya.

Selain faktor kuota, pola tanam yang berbeda-beda di setiap wilayah juga memengaruhi distribusi pupuk subsidi.

Saat beberapa daerah memasuki masa tanam dan pemupukan secara bersamaan, permintaan pupuk meningkat sehingga memunculkan keluhan kelangkaan di tingkat petani.

“Musim tanam di tiap wilayah berbeda-beda sehingga kebutuhan pupuk juga tidak sama waktunya,” jelas Tamar.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok, Dispertahankan melakukan pemetaan kebutuhan berdasarkan laporan kelompok tani di masing-masing wilayah.

Jika terdapat daerah yang belum membutuhkan pupuk, alokasi sementara dapat dialihkan ke wilayah lain yang sedang memasuki masa pemupukan.

“Nanti saat wilayah tersebut membutuhkan pupuk, akan kami carikan alokasi kembali agar kebutuhan petani tetap terpenuhi,” tegasnya. (gen/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Dispertahankan Ponorogo #pertanian #pupuk subsidi #Petani Ponorogo #ponorogo