Jawa Pos Radar Ponorogo – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo memasuki tahap awal.
Pemkab Ponorogo mengalokasikan anggaran Rp 2,8 miliar untuk pematangan lahan seluas 5,7 hektare yang akan menjadi lokasi sekolah program prioritas nasional tersebut.
Lahan yang berada di selatan Sirkuit Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, kini memasuki proses lelang pekerjaan pengurukan dan pemadatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengatakan proses pengadaan telah diajukan kepada Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).
"Saat ini sudah kami ajukan lelang ke UKPBJ. Semoga segera selesai dan pekerjaan pematangan lahan bisa segera dimulai," ujarnya, Sabtu (27/6).
Menurut Jamus, pekerjaan pematangan lahan ditargetkan berlangsung selama 45 hari kerja.
Tahap awal dimulai dengan pengerukan tanah sedalam sekitar 5–10 sentimeter, kemudian dilakukan penimbunan menggunakan tanah uruk hingga kontur lahan siap dibangun.
Dia menjelaskan, kewenangan Pemkab Ponorogo hanya sebatas menyiapkan lahan.
Setelah pekerjaan tersebut selesai, pembangunan gedung dan seluruh fasilitas Sekolah Rakyat akan dilaksanakan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
"Kami hanya menangani pematangan lahan. Selanjutnya pembangunan fisik dilakukan oleh kementerian," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, pembangunan fisik Sekolah Rakyat diperkirakan dimulai pada September 2026.
Seluruh fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2027/2028.
Jamus menegaskan proyek tersebut menjadi perhatian khusus karena termasuk program strategis nasional yang diprioritaskan pemerintah pusat.
"Karena ini proyek strategis, tentu pematangan lahannya juga menjadi perhatian serius agar siap mendukung pembangunan berikutnya," pungkasnya. (gen/her)
Editor : Hengky Ristanto