Jawa Pos Radar Ponorogo – Proses penerimaan peserta didik baru di Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap jenjang pendidikan.
Jika kuota jenjang sekolah dasar (SD) masih belum terpenuhi, pendaftar untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) justru melebihi kapasitas yang tersedia.
Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Ponorogo Kademin mengatakan, rapat pleno penetapan calon peserta didik telah digelar pada Senin (29/6).
Hasilnya, rombongan belajar (rombel) jenjang SMP dan SMA masing-masing terisi penuh dengan 30 siswa sesuai kuota.
Bahkan, jumlah pendaftar yang lolos verifikasi melampaui daya tampung.
Pada jenjang SMP terdapat 21 calon siswa cadangan, sedangkan jenjang SMA memiliki 28 calon siswa cadangan.
"Anak-anak yang belum tertampung tidak kami biarkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dindik dan Cabdindik agar tetap memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri maupun pondok pesantren," ujar Kademin, Kamis (2/7).
Berbeda dengan SMP dan SMA, kuota peserta didik baru jenjang SD masih belum terpenuhi.
Dari target 30 siswa, hingga penutupan pendaftaran baru 16 anak yang ditetapkan sebagai peserta didik.
Meski demikian, Tim PKH Ponorogo masih terus melakukan penjangkauan kepada calon peserta didik.
Diperkirakan sekitar 11 siswa tambahan akan bergabung pada awal tahun ajaran baru.
"Kami optimistis kuota SD bisa terpenuhi sebelum kegiatan open house dan masa pengenalan lingkungan sekolah pada 15 Juli," katanya.
Sesuai jadwal, seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lolos akan mengikuti kegiatan belajar sementara di Sekolah Rakyat permanen di Madiun sebelum fasilitas SR Ponorogo siap digunakan.
Sebelum diberangkatkan, seluruh siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan mengikuti sistem pendidikan berasrama.
Kademin menegaskan, proses penjaringan peserta didik masih akan terus dilakukan meski tahun ajaran baru telah dimulai.
"Kalaupun ada peserta didik baru di tengah semester tetap bisa kami masukkan. Jadi terus kami lakukan penjaringan," tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto