Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Plt Bupati Ponorogo Dorong UMKM Kuasai Marketplace, Tak Cukup Andalkan Penjualan Konvensional

Sugeng Dwi N. • Sabtu, 4 Juli 2026 | 18:30 WIB
USAHA KECIL: Aktivitas pelaku UMKM di kawasan Jalan Suromenggolo, Ponorogo. Pemkab mendorong pelaku usaha memperkuat manajemen dan pemasaran digital. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
USAHA KECIL: Aktivitas pelaku UMKM di kawasan Jalan Suromenggolo, Ponorogo. Pemkab mendorong pelaku usaha memperkuat manajemen dan pemasaran digital. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Ponorogo didorong memperkuat manajemen usaha sekaligus memperluas pemasaran melalui platform digital.

Langkah itu dinilai penting agar usaha mampu bertahan di tengah kenaikan biaya produksi dan persaingan pasar yang semakin ketat.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM bukan semata keterbatasan modal, melainkan lemahnya pengelolaan usaha.

Salah satu persoalan yang masih banyak ditemui adalah belum dipisahkannya keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga.

"Sering kali semangat mengikuti pelatihan tinggi, tetapi manajemennya terlupakan. Kalau uang usaha dan uang rumah tangga tidak dipisahkan, modal bisa habis," ujarnya, Sabtu (4/7).

Selain pembenahan manajemen, Lisdyarita menilai pemasaran digital menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan pelaku UMKM.

Menurutnya, marketplace mampu menjangkau pasar yang jauh lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan penjualan secara konvensional.

"Kita bisa memanfaatkan TikTok, Shopee, dan platform digital lainnya. Awalnya mungkin sepi, tetapi nanti akan ada pendampingan agar pelaku UMKM semakin mahir memasarkan produknya," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo, lanjut dia, berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan ruang promosi.

Program tersebut dijalankan bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) serta berbagai mitra.

Di tengah kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional, Lisdyarita meminta pelaku UMKM tetap optimistis mengembangkan usahanya.

"Plastik mahal, BBM naik, listrik sering mati. Tetapi kita tidak boleh menyerah. Pelaku UMKM harus optimistis bangkit," pungkasnya. (gen/den)

Editor : Hengky Ristanto
#Marketplace UMKM #Disperdagkum Ponorogo #digitalisasi UMKM #umkm ponorogo #Lisdyarita