Jawa Pos Radar Ponorogo – Anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak mendorong Pemkab Ponorogo mengambil langkah cepat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) membeli telur dari peternak lokal untuk membantu menjaga stabilitas harga.
Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita, mengatakan gerakan tersebut diharapkan mampu menyerap kelebihan pasokan telur yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, pembelian oleh ASN diharapkan dapat meringankan beban peternak yang terdampak turunnya harga.
"Ada yang jual sekarang Rp20 ribu, tapi kemarin dapat laporan ada yang sampai Rp16 ribu. Ini terlalu murah, apakah cukup menutup biaya produksi," ujarnya, Minggu (5/7).
Menurut dia, ASN dipersilakan membeli telur sesuai kebutuhan, baik langsung dari peternak maupun melalui pedagang pengecer.
Dengan pembelian secara serentak, kelebihan stok di pasaran diharapkan berkurang sehingga harga telur kembali membaik.
Lisdyarita menjelaskan, melimpahnya pasokan terjadi setelah permintaan dari Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) menurun selama masa libur sekolah.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian produksi peternak tidak terserap optimal.
"Biasanya telur-telur ini diserap SPPG. Sementara sekarang MBG libur sehingga banyak yang tidak terserap dan harganya anjlok," katanya.
Tak hanya telur, Lisdyarita juga mengajak ASN lebih aktif membeli buah dan sayuran hasil petani lokal.
Menurutnya, komoditas hortikultura juga mengalami kondisi serupa karena permintaan menurun selama program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara.
Dia menilai gerakan membeli produk lokal tidak akan membebani ASN karena telur, buah, dan sayuran merupakan kebutuhan pokok dalam menu keluarga sehari-hari.
"Telur baik, buah dan sayur juga baik untuk kesehatan. Kami harapkan ASN lebih giat membeli produk lokal, baik di warung maupun langsung dari produsennya," pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto