Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ponorogo Jadi Lumbung Pangan Jatim, Produksi Gabah Tembus 436 Ribu Ton

Sugeng Dwi N. • Senin, 6 Juli 2026 | 03:25 WIB
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq bersama Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita memanen jagung di Kelurahan Ronosentanan, Kecamatan Siman. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq bersama Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita memanen jagung di Kelurahan Ronosentanan, Kecamatan Siman. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Kabupaten Ponorogo terus memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur.

Produktivitas lahan pertanian yang mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun menjadi modal penting untuk mendukung target swasembada pangan nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, sepanjang 2025 produksi jagung di Ponorogo mencapai sekitar 284 ribu ton dari luas panen sekitar 39 ribu hektare.

Sementara produksi padi mencapai sekitar 436 ribu ton dengan luas panen sekitar 74 ribu hektare.

Menurutnya, tingginya produksi tersebut menunjukkan sebagian besar lahan pertanian di Ponorogo dapat ditanami hingga tiga musim dalam setahun.

"Berkaca capaian tersebut, Ponorogo menjadi salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur. Dan indeks ketahanan pangan (IKP) kita mencapai 71,22 poin," ujarnya, kemarin (5/7).

Lisdyarita menilai keberhasilan itu tidak lepas dari kesuburan lahan pertanian serta kemampuan petani dalam meningkatkan produktivitas.

Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

"Ini menjadi modal besar menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung swasembada pangan nasional," katanya.

Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq menyebut produktivitas pertanian Ponorogo menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional.

Pemerintah, kata dia, berkomitmen mengurangi ketergantungan terhadap impor beras dan jagung.

Karena itu, daerah penghasil pangan seperti Ponorogo diharapkan terus meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi pertanian dan penguatan tata kelola sektor pangan.

"Di Ponorogo saja bisa tiga kali panen. Potensi ini harus terus dijaga dan ditingkatkan," katanya saat menghadiri panen jagung di lahan Perhutani Kelurahan Ronosentanan, Kecamatan Siman, Sabtu (4/7). (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#produksi gabah #lumbung pangan #produksi jagung #ponorogo #swasembada pangan