Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tujuh SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Puluhan Sekolah Hanya Dapat Lima Murid

Sugeng Dwi N. • Senin, 6 Juli 2026 | 19:30 WIB
SEPI: Ruang kelas SDN 1 Setono tampak kosong tanpa aktivitas belajar. DOK RADAR PONOROGO
SEPI: Ruang kelas SDN 1 Setono tampak kosong tanpa aktivitas belajar. DOK RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo - Persoalan kekurangan peserta didik baru masih membayangi sekolah dasar negeri di  Ponorogo.

Setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berakhir, sejumlah sekolah bahkan belum mendapatkan satu pun siswa baru, sementara puluhan lainnya hanya menerima segelintir peserta didik.

Data Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo menunjukkan terdapat tujuh SD Negeri yang belum memperoleh siswa baru hingga awal Juli 2026.

Di sisi lain, lebih dari 50 SD Negeri hanya berhasil menjaring maksimal lima peserta didik baru.

Sekretaris Dindik Ponorogo Farida Nuraini menjelaskan, pelaksanaan SPMB berlangsung pada 8–20 Juni 2026 melalui jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan domisili.

Dari total 597 SD Negeri di Kabupaten Ponorogo, masih ada tujuh sekolah yang belum memiliki siswa baru.

Beberapa sekolah yang masih kosong di antaranya, SDN Nambak, Kecamatan Bungkal, SDN Setono, Kecamatan Jenangan, dan SDN Truneng, Kecamatan Slahung.

"Sampai pembaharuan update kami awal Juli ini, masih kosong," ungkapnya.

Selain sekolah yang belum memperoleh peserta didik, dindik juga mencatat lebih dari 50 SD Negeri hanya mampu menerima paling banyak lima siswa baru.

Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat, sekolah-sekolah tersebut masih diperbolehkan membuka pendaftaran hingga 13 Juli 2026, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru.

"Bagaimanapun setiap siswa itu punya hak untuk mendapatkan pendidikan," terangnya.

Farida menjelaskan rendahnya jumlah peserta didik baru tidak disebabkan oleh satu faktor saja.

Saat ini orang tua memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan sekolah bagi anaknya.

Selain SD Negeri, banyak keluarga memilih sekolah swasta, sekolah berbasis keagamaan, maupun pondok pesantren.

Di sisi lain, jumlah anak usia sekolah juga semakin terbatas sehingga berdampak pada persaingan memperoleh peserta didik baru.

"Semua ini saling mempengaruhi, tidak disebabkan satu alasan saja. Sekolah juga kami minta untuk aktif edukasi ke TK atau desa, agar meningkat jumlah peserta didik mereka," pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#SPMB Ponorogo 2026 #SD Negeri Ponorogo #pendidikan ponorogo #Dindik Ponorogo #PPDB SD