Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kajian ITB Ungkap 500 Truk Tambang Melintas Tiap Hari, Jalur Jenangan-Ngebel Ponorogo Rusak

Sugeng Dwi N. • Jumat, 10 Juli 2026 | 08:15 WIB
Pemkab Ponorogo menggelar rapat membahas hasil kajian ITB terkait aktivitas pertambangan di kawasan Ngebel dan Jenangan sebagai dasar penataan sektor tambang. FOTO: DISKOMINFO UNTUK JAWA POS RADAR PONOROGO.
Pemkab Ponorogo menggelar rapat membahas hasil kajian ITB terkait aktivitas pertambangan di kawasan Ngebel dan Jenangan sebagai dasar penataan sektor tambang. FOTO: DISKOMINFO UNTUK JAWA POS RADAR PONOROGO.

Jawa Pos Radar Ponorogo – Tingginya aktivitas angkutan tambang di kawasan Ngebel menjadi sorotan.

Kajian akademis yang disusun tim Sekolah Perencanaan, Pengembangan Kebijakan, dan Teknik Manajemen (SPITM) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkap jalur Jenangan–Ngebel setiap hari dilintasi ratusan truk bermuatan material tambang yang diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, hasil kajian tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam menata sektor pertambangan secara lebih berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan tambang tidak boleh hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan, tata ruang, dan dampak sosial bagi masyarakat.

"Pemanfaatan sumber daya pertambangan tidak boleh hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan, kesesuaian tata ruang, kondisi sosial masyarakat," ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Rita itu, kemarin (9/7).

Dalam kajian ITB disebutkan, ruas Jenangan–Ngebel yang juga menjadi akses utama menuju objek wisata Telaga Ngebel setiap hari dilintasi sekitar 300 hingga 500 truk pengangkut material tambang dengan muatan 9–12 ton.

Bahkan, ditemukan pula kendaraan over dimension over loading (ODOL) dengan beban mencapai 15 ton.

Kondisi tersebut dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas karena jalur yang sama digunakan masyarakat dan wisatawan.

"Fasilitas jalan yang ada belum sepenuhnya memadai ketika harus berbagi dengan lalu lintas kendaraan angkutan berat," kata Lisdyarita.

Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto menambahkan, hasil kajian ITB selanjutnya akan dibahas bersama Pemprov Jatim. 

Sejumlah rekomendasi yang disiapkan antara lain pembentukan satuan tugas terpadu pengendalian pertambangan, audit keselamatan tambang, penyusunan roadmap penanganan pertambangan tanpa izin, hingga pembangunan jalur khusus bagi angkutan tambang agar terpisah dari jalur masyarakat dan kawasan wisata.

"Terpenting adalah komitmen semua pihak untuk menjalankan rekomendasi yang telah disusun," tegas Agus. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Jalan Jenangan-Ngebel #ngebel #Tambang Ponorogo #Pemkab Ponorogo #itb