Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Ingin Bebani Orang Tua, Sabrina Pilih Sekolah Rakyat Ponorogo

Sugeng Dwi N. • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:45 WIB
SISWA BARU: Puluhan calon siswa Sekolah Rakyat Ponorogo menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan berasrama. FOTO: PROKOPIM PEMKAB PONOROGO
SISWA BARU: Puluhan calon siswa Sekolah Rakyat Ponorogo menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan berasrama. FOTO: PROKOPIM PEMKAB PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Sabrina Septianasari mantap meninggalkan sekolah lamanya demi melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo.

Keputusan itu bukan karena merasa tidak betah, melainkan agar dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus belajar hidup mandiri.

Siswi asal Desa Balong, Kecamatan Balong, tersebut sebelumnya menempuh pendidikan di salah satu madrasah aliyah di wilayah Ngraket.

Namun, ia memilih bergabung dengan Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem pendidikan berasrama.

"Biar tidak membebani ibu, juga ingin mandiri," tutur Sabrina.

Sabrina menjadi satu dari puluhan siswa baru yang akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Ponorogo pada tahun ajaran 2026/2027.

Sebelum memasuki asrama, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan awal.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan sebanyak 76 siswa telah siap mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.

Mereka terdiri atas 16 siswa jenjang SD, 30 siswa SMP, dan 30 siswa SMA.

Karena pembangunan Sekolah Rakyat Ponorogo belum rampung, seluruh siswa untuk sementara akan menjalani proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Madiun.

"Siswa yang di sini SR (Tambakbayan) sudah penuh, jadi nanti belajar dulu di Madiun," ujar Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita.

Dia berharap para orang tua memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya selama mengikuti pendidikan berasrama.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya membuka kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Bunda Rita juga mengungkapkan, sejumlah siswa Sekolah Rakyat telah menunjukkan prestasi, termasuk saat mengikuti Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP).

"Masa depan bukan ditentukan dari tempat mereka berada, tetapi dari bagaimana mereka belajar dengan sungguh-sungguh. Jangan memandang sebelah mata Sekolah Rakyat. Anak-anak di sini punya kesempatan yang sama untuk sukses," pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#Sabrina Septianasari #sekolah rakyat ponorogo #Sekolah Rakyat #plt bupati ponorogo #ponorogo