Jawa Pos Radar Madiun - Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak memperoleh satu pun siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kondisi tersebut mendapat sorotan DPRD Ponorogo yang meminta Dinas Pendidikan (Dindik) segera melakukan evaluasi sekaligus menyusun strategi agar sekolah negeri kembali diminati masyarakat.
Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Riyanto mengatakan, persoalan minimnya peserta didik di SD negeri bukan hal baru.
Hampir setiap tahun, sejumlah SDN, terutama di wilayah pinggiran, kesulitan memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Tahun ini, empat SDN yang tidak mendapatkan pendaftar sama sekali adalah SDN Nailan, SDN Setono, SDN 3 Pomahan, dan SDN 4 Tempuran.
"Di beberapa sekolah swasta justru membeludak. Ini menjadi perhatian bersama karena sekolah negeri semakin kalah saing," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Riyanto, tantangan yang dihadapi sekolah negeri bukan hanya berkurangnya jumlah calon siswa, tetapi juga meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah swasta, khususnya lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
"Kalau hanya diam tanpa ada evaluasi atau inovasi, tentu (SDN, Red) akan semakin tidak diminati," terangnya.
DPRD mendorong Dinas Pendidikan bersama sekolah-sekolah negeri melakukan berbagai inovasi agar memiliki daya tarik bagi masyarakat.
Penguatan prestasi akademik, pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuler, hingga program keagamaan dinilai dapat menjadi nilai tambah dalam menarik minat calon peserta didik.
Menurut Riyanto, setiap sekolah tidak harus memiliki semua program unggulan.
Cukup dengan memperkuat satu keunggulan yang menjadi identitas sekolah sehingga mampu meningkatkan kepercayaan orang tua.
"Kalau tidak ada pembenahan, persoalan seperti ini akan terus berulang setiap tahun," tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto