Jawa Pos Radar Madiun - Dua peristiwa kecelakaan air terjadi di Kabupaten Ponorogo dalam waktu hampir bersamaan pada akhir pekan.
Dua pemancing dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi berbeda, sehingga memaksa tim gabungan melakukan proses pencarian dan evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengatakan, salah satu peristiwa terjadi di Dam Wilangan, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit.
Korban bernama Kuntarto (34), warga Desa Ngasinan, dilaporkan hilang setelah berpamitan memancing pada Sabtu (18/7) pagi.
Hingga sore hari korban tidak kunjung pulang. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian sekitar pukul 00.30 WIB.
Di lokasi, petugas menemukan sepeda motor serta perlengkapan memancing milik korban.
Pencarian sempat dilakukan pada malam hari, namun belum membuahkan hasil.
Operasi dilanjutkan keesokan harinya dengan melibatkan BPBD Ponorogo dan tim penyelam Basarnas Trenggalek.
Baca Juga: Guru PPPK di Pacitan Diamankan Polisi, Dindik Tunggu Hasil Penyidikan Narkotika
Sekitar pukul 14.00 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar dam.
"Lokasi ditemukan korban cukup dalam, sekitar 3-6 meter di dasar dam setelah dilakukan penyelaman," ujar Masun, Minggu (19/7).
Sementara itu, sehari sebelumnya, Sabtu (18/7), peristiwa serupa terjadi di Sungai Ngindeng, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo.
Seorang remaja bernama Alvian Riza (16), warga Desa Brahu, Kecamatan Siman, meninggal dunia saat memancing bersama teman-temannya.
Pamapta II Polres Ponorogo Ipda Mujiono mengatakan, korban sempat berenang di sebuah kedung karena merasa kepanasan setelah memancing di hulu sungai.
Menurut keterangan saksi, korban diduga tidak mengetahui kedalaman sungai dan tidak memiliki kemampuan berenang.
Sebelum tenggelam, korban sempat berteriak meminta pertolongan.
"Korban ditemukan sekitar pukul 16.00, di dasar sungai dalam keadaan tidak bernyawa," kata Mujiono. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto