Jawa Pos Radar Madiun – Aksi pencurian motor, Grebeg Tutup Suro, dan Ponorogo berakhir tak biasa.
Yamaha Jupiter Z milik Sutris, warga Badegan, yang hilang saat Kirab Grebeg Tutup Suro pada Kamis (16/7), kembali dua hari kemudian bersama secarik surat permintaan maaf yang diduga ditulis pelaku.
Dalam surat tersebut tertulis, "Tulung balekno motor karo sing duwe, minta maaf kalau saya hilaf. BANTARANGIN." Motor ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi pencurian.
Sutris mengatakan, peristiwa bermula ketika putranya, Deril, memarkir sepeda motor di sekitar kawasan kirab dekat area makam di Bantarangin, Kecamatan Kauman.
Setelah itu, Deril bergabung dengan ribuan warga yang menyaksikan prosesi Grebeg Tutup Suro.
Namun, saat acara selesai, motor sudah tidak berada di lokasi parkir.
Keluarga sempat mencari sendiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Anak saya parkir dekat makam lalu ikut melihat kirab. Pas pulang motornya sudah hilang. Kami sempat mencari sendiri sebelum akhirnya melapor ke polisi," ujarnya, Senin (20/7).
Dua hari kemudian, keluarga memperoleh informasi dari media sosial bahwa motor telah ditemukan.
Baca Juga: Fakta Baru Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay, Polisi Buru Dua Pria Besar Misterius
Setelah dicek, kendaraan masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan. Hanya pelat nomor yang sudah tidak ada.
"Alhamdulillah motornya kembali. Yang hilang cuma pelat nomornya," katanya.
Sutris mengaku cenderung memilih jalan damai apabila pelaku nantinya berhasil ditemukan.
Kapolsek Somoroto Kompol Haryo Kusbintoro menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan motor diparkir bukan di lokasi penitipan resmi, melainkan di belakang gudang penggilingan gabah.
Kendaraan kemudian ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi awal pencurian.
"Pelakunya masih dalam penyelidikan, karena ini adalah pencurian," tegasnya.
Haryo mengatakan belum mengetahui alasan pelaku mengembalikan motor beserta surat permintaan maaf tersebut.
Meski demikian, pengembalian barang bukti tidak menghentikan proses hukum.
"Kami terus berusaha menambah pemasangan kamera pengawas di sejumlah titik untuk mempermudah pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor," pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto